Mudik Dinilai Bisa Picu Gelombang Kedua Penularan Corona (COVID-19)

Langkah yang ditempuh untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19) saat ini adalah pemeriksaan kesehatan dan karantina bagi siapapun yang bepergian dari satu kota ke kota lainnya.

Sabtu, 18 April 2020 09:15
Mudik Dinilai Bisa Picu Gelombang Kedua Penularan Corona (COVID-19) Kondisi jalur mudik (Liputan6.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Mudik Lebaran 2020 masih menjadi perdebatan saat pandemi virus Corona (COVID-19) yang tak kunjung mereda di Tanah Air. Larangan resmi dari pemerintah belum ada, tapi langkah pencegahan seperti pemeriksaan dan karantina mulai dilakukan.

Meski begitu, Akademisi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Supriyati mengebutkan jika masyarakat tetap melakukan traisi mudik pada Lebaran 2020, dikhawatirkan bisa memicu terjadinya gelombang kedua penularan virus Corona atau COVID-19 di Indonesia.

"Sebenarnya larangan mudik itu harusnya tetap diberlakukan. Kita khawatir kalau dibebaskan nanti setelah Lebaran atau setelah mudik terjadi second wave," kata Anggota Tim Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Fakultas Kedokteran UGM itu dalam webinar tentang Covid-19 yang dipantau melalui kanal YouTube di Jakarta, Kamis 16 April 2020, disitat dari Liputan6.com.

 

1 dari 2 Halaman

Dilansir Antara, Supriyati menyebut, kegiatan masyarakat kota yang pulang ke kampung halaman dengan waktu perjalanan yang lama sangat berpotensi terjadi kasus penularan.

Dia mengingatkan, orang tanpa gejala (OTG) yaitu orang yang sebenarnya telah terinfeksi Covid-19 namun tidak mengalami sakit atau gejala apapun sangat mudah menularkan ke orang lain.

Apabila kegiatan mudik atau perpindahan masyarakat secara masif dari kota ke sejumlah daerah, virus Covid-19 bisa berpindah dari daerah yang telah terjangkit ke daerah yang masih aman dari penyebaran virus tersebut.

 

2 dari 2 Halaman

Sebelumnya Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia dr Daeng M Faqih menyarankan warga DKI Jakarta dan sekitarnya yang telah terlanjur mudik untuk melakukan karantina 14 hari sesampainya di daerah tujuan masing-masing.

Hal itu bertujuan agar orang yang melaksanakan mudik dari Jakarta tidak membawa virus ke kampung halamannya dan menularkan virus di berbagai daerah. Menurut Daeng, karantina rumah bagi orang-orang yang mudik ini harus diawasi oleh pemerintah daerah.

Pemerintah hingga saat ini terus mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda mudik pada musim Lebaran 2020.

Bahkan pemerintah telah menggeser hari libur cuti bersama Idul Fitri yang seharusnya tanggal 26-29 Mei menjadi tanggal 28-31 Desember.

Selain itu pemerintah juga menambah cuti bersama pada 28 Oktober sebagai libur panjang dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami