Motor Mogok, Busi Jadi Tersangka Pertama

Mayoritas dari kita kebanyakan menjadikan busi sebagai yang paling pertama 'disalahkan' ketika motor mogok. Padahal belum tentu perangkat tersebut yang mengalami kerusakan.

Kamis, 06 April 2017 21:15
Motor Mogok, Busi Jadi Tersangka Pertama Foto: Blog Komunitas CB Surabaya

Editor : Ahmad Khoirudin

Otosia.com - Mayoritas dari kita kebanyakan menjadikan busi sebagai yang paling pertama 'disalahkan' ketika motor mogok. Padahal belum tentu perangkat tersebut yang mengalami kerusakan.

Ketika motor mogok di jalan dan mencoba otak atik sendiri, tidak sedikit yang menanyakan. "Apa businya sudah di cek?"

Terkadang kita sendiri, ketika mesin motor sulit dinyalakan setelah parkir, pasti busi menjadi perangkat pertama yang di cek. Meskipun bisa jadi masalah utama penyebab motor macet bukan benda kecil yang dilapisi keramik tersebut.

Untuk motor yang tidak memiliki indikator penyimpan bahan bakar minyak (BBM) atau alatnya sudah rusak, biasanya kita langsung menuju tutup tangki dan membukanya. Kemudian digoyang-goyang, berharap BBM yang di dalam tangki masih ada.

Setelah memastikan, ketika BBM masih. Biasanya pikiran akan tergeser tidak jadi melakukan pengecekan pada busi, tapi fokus mencari bahan bakar yang ada di sekitar. Mengingat tempat terdekat yang bisa di jangkau dengan sedikit mendorong motor.

Namun ketika bahan bakar di dalam tangki terlihat atau terdengar percikannya masih banyak setelah digoyang tadi. Pasti yang menjadi pusat perhatian selanjutnya adalah busi.

Lagi-lagi kenapa busi motor yang harus mendapat perhatian?

Secara pabrikan, semua unit sepeda motor baru juga dilengkapi dengan tools pembuka busi. Kemudian ditambah dengan obeng yang bisa dibolak balik ujungnya, antara minus dan plus. Selain itu obeng ini juga berfungsi untuk memutar tools pembuka busi tadi.

Dengan pemberian perlengkapan tersebut semakin memperkuat jika mesin sepeda motor mogok atau mati yang harus di cek terlebih dulu adalah busi.

Fakta lainnya. Untuk motor yang sudah berusia 'cukup lama' (2 tahun lebih) biasanya di dalam joknya bersamaan dengan beberapa tools tadi juga menyimpan busi cadangan.

Sebenarnya seberapa lama masa pakai busi untuk motor standard bawaan pabrikan? Berikut salah satu referensi yang bisa dijadikan untuk menjawab hal tersebut.

"Bisa dibersihkan bukan berarti bisa dipakai selamanya. Tetap ada batas dan waktu untuk mengganti. Ideal usia busi itu antara 8.000 sampai 10.000 km. Bila busi sudah lewat jarak lebih dari 10.000 km, fungsinya akan berkurang. Bila disepelekan bisa membuat motor boros bahan bakar karena pembakaran yang tidak sempurna, bahkan lama-lama tenaga motor akan terasa lemah," kata Ade Rohman, Asisten Manajer Technical Training PT Daya Adicipta Mustika (DAM) Jawa Barat, dikutip dari otomania.com pada Kamis 06/04.

Jadi untuk motor dengan mesin standard bawaan pabrikan sangat wajar jika masalah busi menjadi perhatian pertama. Sebab dalam satu tahun rata-rata motor sudah digunakan untuk menempuh jarak sekitar 10.000 km.

1 dari 2 Halaman

Macam dan Masa Pakai Busi

Macam dan Masa Pakai Busi

 

Sementara itu untuk busi yang berkembang di pasaran juga memiliki berbagai macam dan masa pakai yang berbeda-beda. Secara global ada empat macam busi, Racing, Platinum, Iridium dan Standard.

Busi racing didesain khusus tahan terhadap panas dan kompresi tinggi. Busi ini banyak di gunakan pada sepeda motor balap. Karena sering berada pada panas sangat tinggi, maka masa pakai busi jenis racing ini relatif pendek yakni sekitar 20.000 km hingga 25.000 km.

Busi Platinum merupakan salah satu jenis busi yang dipersiapkan untuk tahan panas dalam jangka waktu cukup lama. Penggunaan busi jenis platinum ini paling cocok untuk kegiatan touring. Busi jenis platium ini menggunakan dua bahan yang berbeda yakni bahan nikel (ujung elektroda) dan bahan platinum (center electrode). Jangka waktu pemakaian busi platinum ini bisa tahan hingga 30.000 km.

Busi Iridium terbuat dari bahan iridium alloy (center electroda) dan bahan nikel (ujung elektroda) dan diklaim mempunyai masa pakai yang paling lama yakni sekitar 50.000 km hingga 70.000 km.

Busi standar merupakan busi bawaan pabrikan kendaraan. Meskipun busi standar namun busi jenis ini mempunyai masa pakai hingga 20.000 km. Busi jenis ini terbuat dari bahan nikel (ujung elektroda).

 

 

2 dari 2 Halaman

Cara Lepas dan Cek Busi

Cara Lepas dan Cek Busi

Kemudian ketika motor mogok dan busi sudah ditetapkan sebagai tersangka pertamanya, cara mengeceknya pun mudah. Tinggal ambil tools yang disediakan. Untuk motor standard bawaan pabrikan pasti sudah disediakan dibawah joknya.

Kemudian buka busi dengan alat tersebut. Caranya lepas cop busi kemudian masukan ring toolsnya, tusuk dengan obeng selanjutnya putar ke kanan secara perlahan untuk melonggarkan ring busi pada kepala mesin. 

Setelah logar tinggal putar terus sampai ujung busi keluar semua. Kemudian lihat ujungnya, untuk busi yang masih bagus mempunyai tampilan warna merah kecoklatan. Namun jika berbeda atau terlihat kotor atau menghitam coba bersikan terlebih dahulu.

Kalau sudah bersih, cara ceknya masih bagus atau tidak bisa dilihat dari percikan api yang dihasilkan. Untuk mengetesnya caranya dengan menancapkan kembali busi pada copnya, terus ujungnya ditempelkan pada body mesin atau ground. Nyalakan kontak, lakukan kick manual atau electrik stater lihat percikannya. Jika percikan apinya masih bagus silakan pasang kembali busi seperti semula.

(kpl/rd)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami