Suka Modif Motor Kamu? Awas Bisa Kena Tilang

Guna mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas, Polri secara serentak menggelar razia bertajuk Operasi Keselamatan 2018 di berbagai daerah. Petugas juga akan menertibkan modifikasi yang tidak sesuai dengan peraturan.

Rabu, 07 Maret 2018 14:45
Ilustrasi Razia : Arsip Otosia
Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Guna mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas, Polri secara serentak menggelar razia bertajuk Operasi Keselamatan 2018 di berbagai daerah. Penertiban ini berlangsung selama 21 hari, pada tanggal 5 sampai 25 Maret 2018.

Dalam operasi di awal tahun ini, pihak kepolisian berfokus pada berbagai pelanggaran seperti kelengkapan berkendara, penggunaan ponsel saat mengemudi, dan mengabaikan rambu-rambu lalu lintas.

Selain itu, petugas juga akan menertibkan modifikasi yang tidak sesuai dengan peraturan. Ubahan kendaraan yang digunakan untuk keperluan harian di jalan raya telah diatur dalam UU no. 22 tahun 2009 pasal 50.

Melansir pernyataan AKBP Aldo Siahaan, S.IK, Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri kepada liputan6.com, kendaraan bermotor yang dimodifikasi hingga mengubah persyaratan konstruksi maupun material wajib melakukan uji tipe.

"Bila uji tipe ulang telah dilakukan, maka ranmor tersebut wajib untuk dilakukan registrasi atau daftar, dan identifikasi ulang," jelas AKBP Aldo.

Ia juga menambahkan bahwa kendaraan bermotor yang dimodifikasi tidak boleh membahayakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Selain itu, ubahan yang dilakukan tidak boleh mengganggu arus lalu lintas dan merusak lapis perkerasan atau daya dukung jalan yang dilewati.

Berikut, beberapa modifikasi salah kaprah pada sepeda motor yang bisa dikenai sanksi oleh kepolisian :

Knalpot Racing

Peraturan penggunaan knalpot racing di Indonesia memang belum jelas. Banyak riders yang masih mempertanyakan terkait sistem kepolisian merazia knalpot racing. Pasalnya, jika melihat penggunaan knalpot yang berhubungan dengan polusi suara sudah diatur di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. 7 tahun 2009.

Dalam lampiran II, terdapat tabel yang menunjukan sepeda motor bermesin bervolume hingga 80cc ambang batas kebisingan hingga 77dB, 80cc sampai 175cc 80dB, dan di atas 175cc 83dB. Dengan merujuk peraturan tersebut, digunakan sebagai rujukan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dengan melihat peraturan tersebut, seharusnya motor dengan knalpot racing yang tidak bising berhak berkeliaran di jalan raya, dan tidak bisa ditilang. terlebih kini ada alat untuk meredam kebisingan knalpot racing, bernama DB Killer.

Ban Cacing

Ban jenis ini memang sangat menyalahi aturan. Pasalnya, dengan bentuk kecil memang bisa bikin lari motor makin ngebut, tapi dianggap berbahaya karena memiliki daya cengkram ke aspal yang tidak baik.

Lampu

Untuk lampu, bukan berarti yang pasang lampu di motor ditilang. Hal ini, lebih ke arah lampu yang tidak sesuai peraturan, seperti lampu strobo, melepas mika lampu belakang, mengganti warna lampu dengan warna putih karena bisa menyilaukan pengendara yang berlawanan arah.

Lepas Sepatbor

Menggunakan sepatbor memang sangat berguna untuk mengantisipasi kotoran di aspal berterbangan ke belakang. Namun, dewasa ini banyak para rider melepas sepatbor, khususnya pemilik motor sport.

Beralasan untuk tampilan motor yang lebih keren, melepas sepatbor justru bisa mengganggu karena bisa menyiprat ke pengemudi di belakang, dan juga bikin kotor punggung rider.

BACA INI JUGA DONG OTOLOVERS

(kpl/crn)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami