Motor Cruiser Benelli, Pilih Patagonian Eagle atau Motobi 200 Evo?

Benelli Indonesia memiliki 2 motor cruiser yang sedang ramai, yaitu Patagonian Eagle dan Motobi 200 Evo, pilih mana?

Jum'at, 21 Juni 2019 17:45
Motor Cruiser Benelli, Pilih Patagonian Eagle atau Motobi 200 Evo? Benelli Motobi 200 Evo (Oto.com)

Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Segmen motor cruiser di Indonesia memang tak seramai skutik maupun sportbike, baik fairing maupun naked. Namun, kelas tersebut mulai dilirik sejak kehadiran pabrikan asal kelahiran Italia yang kini dimiliki perusahaan China, Benelli.

Ada dua model yang sedang naik daun, yaitu Patagonian Eagle dan Motobi 200 Evo. Pecinta motor klasik, punya dua pilihan dengan harga relatif terjangkau dan gaya yang sedap dipandang. Patagonian dihargai mulai Rp 37 juta. Sedangkan Motobi Evo Rp 29 juta. Mana yang paling cocok sebagai pengisi garasi rumah Anda?

Benelli Motobi 200 Evo

Kita lihat dari spesifikasi mesin lebih dulu. Patagonian Eagle mengusung jantung pacu 250 cc yang menggunakan dua silinder segaris. Mesin mengeluarkan tenaga sampai 17,4 hp pada 8.000 rpm. Torsi puncaknya 16,5 Nm di 6.000 rpm. Tenaga disalurkan dengan gearbox manual lima percepatan.

Untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam dapur pacu, ia masih mengandalkan karburator besar. Bukan sistem injeksi kekinian. Betul, sistem pembakarannya sangat sederhana. Nah, untuk mendinginkan mesin, mereka menyediakan sistem pendingin cair. Radiator kecil terletak tepat di depan mesin. Namun, mengutip dari Oto.com, dentuman suara yang dihasilkan sangat bulat. Sepintas mirip mesin empat silinder. 

1 dari 1 Halaman

Fitur

Fitur

Sedangkan engine Motobi Evo berkapasitas 197 cc, satu silinder SOHC. Mesin ini diklaim bisa memuntahkan torsi puncak 13,9 Nm pada 6.000 rpm. Daya maksimalnya 12,7 Hp pada 7.500 rpm. Padanannya sistem transmisi manual lima percepatan. Lalu sistem penyemprotan bahan bakarnya sudah injeksi (EFI). Tapi perlu dicatat, suara yang disemburkan tak sebagus mesin dua silinder Patagonian.

Bicara fitur, sebetulnya tak ada yang menonjol pada Patagonian. Lampu depan klasik berbentuk bulat. Masih pakai bohlam. Jadi penerangan seadanya saja. Kemudian panel instrumen masih analog. Selain bentuknya bulat dan sederhana, fungsi panel tak lengkap. Hanya menunjukkan kecepatan, jarak tempuh dan indikator lampu sein kanan-kiri. Tak ada indikator bahan bakar. Anda harus rajin-rajin mengecek bensin dengan membuka tutupnya. Ya, manual sekali.

Benelli Patagonian Eagle

Pada Motobi 200 Evo lebih unggul. Meski cuma pakai satu panel meter tapi sudah digital. Di dalamnya ada informasi speedometer, tachometer, tripmeter, odometer dan indikator bensin. Kedua model ini memang dibuat sederhana. Pasalnya salah satu pasar yang digaet, pehobi atau modifikator yang gemar motor klasik.

Sekarang pilihan kami kembalikan kepada Otolovers. Benelli Patagonian Eagle lebih condong ke arah cruiser klasik khas Amerika dengan gaya retro. Sedangkan Benelli Motobi 200 Evo telah memiliki aura modern di beberapa komponennya.

Sumber: Oto.com

(kpl/crn)

TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami