Motor 2-Tak dan Mobil Klasik Rupanya Bisa Selamat dari Sanksi Uji Emisi

Sepeda motor bermesin 2-tak dan mobil-mobil klasik masih aman dari sanksi tilang uji emisi karena ambang batas kendaraan tua ditetapkan secara berbeda.

Senin, 25 Januari 2021 12:15
Motor 2-Tak dan Mobil Klasik Rupanya Bisa Selamat dari Sanksi Uji Emisi Ilustrasi motor 2-tak Kawasaki Ninja 150 (Otosia.com/Nazar Ray)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Wacana sanksi uji emisi tidak pelak bisa saja berimbas pada motor-motor klasik yang notabene sulit untuk bisa mengikuti baku mutu mobil-mobil baru. Terutama bagi motor-motor 2-tak yang akrab dengan asap mengepulnya. Begitu juga dengan mobil-mobil klasik, retro, dan sejenisnya yang menjadi koleksi atau bahkan digunakan harian.

Namun seperti dipaparkan Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin, kendaraan-kendaraan tua ini rupanya bisa selamat.

"Tetap bisa. Jadi regulasi yang ditetapkan pemerintah tidak semena-mena. Selain ada Pergub 66 ada peraturan lingkungan 5 tahun 2006 ambang batas kendaraan motor lama. Itu sudah sangat bijaksana," kata dia.

 

 

 

 

1 dari 2 Halaman

Berbicara saat Ototalks Pilih Ikut Uji Emisi atau Ditilang, Jumat (22/1/2021), Ahmad Safrudin atau yang akrab disapa Pak Puput mengatakan bahwa dalam aturan tersebut, ambang batas kendaraan-kendaraan tua ini ditetapkan berbeda.

Minibus klasik

"Diatur, kendaraan motor dua langkah (2-tak) buatan sebelum tahun 2010. Boleh hanya karbon monoksida maksimum 4,5 persen. Hidro karbon 12.000 ppm," kata dia.

2 dari 2 Halaman

Sementara, untuk kendaraan mesin empat langkah dibuat sebelum tahun 2010 ditetapkan bahwa karbon monoksida maksimum 5,5 persen sedangkan hidrokarbon cukup rendah, yakni 2.400 ppm.

"Jadi, enggak sezalim itu lah. Kendaraan tua tidak apa apa asal dirawat. Masyarakat yang masih mencintai mobil lamanya tidak masalah asalkah dirawat dan memenuhi baku mutu," ujarnya.

Walau begitu, tetap ada peraturan yang bisa menjegal hal ini, terutama yang berlaku di wilayah DKI Jakarta.

"Ingub memang ada. Salah satu ketentuannya, mulai 2025, usia kendaraan yang boleh beropearsi di DKI maksimum 10 tahun. Kecuali peraturan itu ditetapkan. Tapi itu kan belum berlaku, dan beda konteksnya," kata dia.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami