Modus Jual Beli Mobil Murah, Dirut Akumobil Jadi Tersangka

Direktur Utama Akumobil ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus jual beli mobil berharga murah.

Sabtu, 09 November 2019 08:15
Modus Jual Beli Mobil Murah, Dirut Akumobil Jadi Tersangka Ilustrasi tersangka (Liputan6.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Di era digital, transaksi jual beli barang pun bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Tren digital pun menulari industri otomotif. Tak sedikit saat ini website jual beli mobil yang dilakukan secara online.

Tapi sayangnya tak semua benar-benar menjalankan bisnis secara tepat. Baru-baru ini, Polisi menetapkan tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus jual beli kendaraan dengan harga murah. Korbannya pun ribuan.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, ABP M Rifai mengungkapkan, pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka bernama Bryan Jhon Satya Andriastian (31) selaku Direktur Utama Akumobil (PT Aku Digital).

1 dari 3 Halaman

Modus Program Flash Sale

Modus Program Flash Sale

Akumobil adalah dealer mobil digital yang menyediakan semua merek mobil dengan beragam kemudahan. Cukup dengan akses Akumobil.id, maka customer bisa mendapatkan layanan untuk mobil baru, mobil bekas dan tukar tambah cukup dari rumah, dengan cara pembelian tunai dan kredit.

Dalam menjaring konsumen, pihak perusahaan menawarkan program jual beli kendaraan dengan harga murah. Beberapa merek mobil seperti Toyota Calya, Sigra, Agya hingga Honda Brio dibanderol seharga Rp50 juta hingga Rp70 juta.

Para pembeli ini berhasil diyakinkan karena promosi dalam program Flash Sale Akumobil diselenggarakan secara meyakinkan di mal besar. Salah satunya pernah diselenggarakan di Atrium Utama Trans Studio Mall, Festival Citilink dan diekspose media.

2 dari 3 Halaman

Digeruduk Nasabah

Digeruduk Nasabah

Namun, janji penyerahan mobil setelah 30 hari pembayaran tidak kunjung terealisasi. Konsumen yang mulai gerah karena pertanyaan mengenai kepastian mobil kerap tak terjawab, akhirnya menggeruduk kantor Akumobil di di Jalan Sadakeling Kota Bandung, Kamis lalu (31/10/2019). Mereka menuntut pengembalian dana yang sudah diberikan.

"Penggerudukan itu akumulasi dari kekesalan nasabah. Mereka (Akumobil) sudah menjanjikan refund (pengembalinnya) tetapi selalu batal," kata salah seorang nasabah, Zulfikar Hubullah.

Para nasabah yang merasa ditipu akhirnya membuat laporan polisi. Setelah ditindaklanjuti, pihak kepolisian memeriksa sejumlah jajaran direksi Akumobil, yakni Direktur Utama, Direktur Keuangan, Direktur Pemasaran dan staf administrasi.

 

3 dari 3 Halaman

Penggunaan Data Konsumen

Penggunaan Data Konsumen

Pendataan awal, korban dari praktik dugaan penipuan dari Akumobil sebanyak 200 orang. Jumlah korban penjualan mobil murah Akumobil bertambah. Hingga Kamis (7/11), jumlah korban yang tercatat mencapai 1.342 orang dengan nilai kerugian sebesar Rp100 miliar. Jumlah itu diprediksi terus bertambah.

Indikasi sementara antara polisi bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), diketahui bahwa dana yang didapatkan nasabah diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Dari mulai membeli kendaraan hingga menggaji karyawan.

"Sudah kita lakukan penyitaan terhadap aset kendaraan. Total nilai aset yang dibelikan kurang lebih ada Rp10 miliar. Korban untuk mobil ada 1.342 (orang). Untuk yang motor ada 408 konsumen," terang Rifai di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.

Rifai menyebut bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku masih menyanggupi mengembalikan uang kerugian konsumen. Namun, sumber uangnya tidak jelas.

"Dia bilang sanggup (ganti kerugian). Tapi, dari mana dananya yang dia gunakan?" katanya.

Sumber: Merdeka.com

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami