Modifikasi ala Bosozoku dan Cerita Kelam di Belakangnya

Persetan meskipun jumlah mereka 50-100 orang. Tak ada pilihan lain selain tetap berkelahi melawan mereka, sekalipun kamu sendirian.

Sabtu, 02 April 2016 21:45
Modifikasi ala Bosozoku dan Cerita Kelam di Belakangnya Foto Bosozoku by japanrealm

Editor : Nurrohman Sidiq

Otosia.com - "Persetan meskipun jumlah mereka 50-100 orang. Tak ada pilihan lain selain tetap berkelahi melawan mereka, sekalipun kamu sendirian. Kamu harus mempertahankan reputasi yang ada, yang sudah dibangun oleh para pendahulu untuk kita," demikian pesan seorang anggota geng motor bosozoku.

Entah beruntung atau tidak, Jepang sebagai rumah dari Sony, JVC, dan Panasonic sudah umum memiliki kamera perekam sehingga momen-momen geng motor era 1970-1980-an seperti di atas bisa terekam dan tetap menjadi catatan untuk sekadar tahu apa itu bosozoku.

Bosozoku mencuri perhatian karena mobil dan motor mereka yang begitu genit sekaligus pongah. Motor-motor punya sepakbor belakang yang dibuat naik, pelat motor dibikin penyok, handle bar panjang, lalu jok custom yang dibuat komikal dengan buntut menjulang. Mobil-mobilnya punya punya sayap yang gila-gilaan.

Bibir bumper suka-suka dibikin super-panjang, ban gendut seperti ngotot mau keluar, hingga knalpot dengan tinggi 2-3 meter. Entah bagaimana menautkan gaya mobil-motor ini dengan kegilaan geng-gengnya pada saat itu. Namun, nama bosozoku tersurat sebagai gabungan dari sekian kata yang secara general berarti "bergerak di luar kontrol" dengan kata "sha" yang juga berarti kendaraan.

Kalau tahu Mods dan Rocker di Inggris, maka subkultur bosozoku punya ritme yang mirip. Vespa-Lambretta Mods dipasangi lampu-lampu krom sebagai kritik kesetaraan untuk memperoleh kemewahan para borjuis pemakai Rolls-Royce, sementara Rockers dengan maskulinitas, motor laki-laki, dan kebrutalan, pada masanya.

"Perkelahian karena perebutan teritori adalah sesuatu yang biasa zaman itu. Apa arti bosozoku? Apa ya. Gila-gilaan, mungkin. Ini seperti hukum alam. Mengikuti hukum alam. Yang kuat yang bertahan," kata Kazuhiro Hazuki pimpinan ke-21 geng bosozoku bernama Narashino Specter yang antara lain datang dari daerah Matsudo dan Ichikawa.

Lawannya pada saat itu, menurut penuturannya kepada pembuat dokumentar Vice, adalah Black Emperor, dari kawasan Chiba. Specter sendiri berarti "hantu". Pasalnya, para sesepuh mereka dulu kerap memukul orang lalu menghilang, ibarat hantu katanya.

Kegilaan itu melibatkan senjata yang khas. Bawa-bawa stik bisbol. Tak luput pula, selalu membekali diri dengan pisau karena takut diculik geng lawan. "Ini tidak sepert di komik, antar geng kumpul, lalu antar pimpinan berkelahi satu lawan satu. Beda. Ini ketika semua berkumpul di jalan, suasananya mencekam. Kalau ada masalah, bisa 1.000-2.000 rider penuh di jalanan. Mereka rata-rata anak usia 16-17 tahun," sambungnya.

"Polisi coba tangkap, kami berjalan perlahan untuk menghalang-halangi," tambahnya lagi. Pisau menjadi bekal karena ada kode khusus untuk menunjukkan kemenangan ketika bisa menculik anggota lawan. "Kalau diculik, jaket kami akan diambil. Pimpinanku pernah ambil jaket lawan, lalu diikatkan di pergelangan kakinya. Sementara itu, sandera diseret dengan kendaraan. Orang itu diseret sampai mati. Dunia bosozoku saat itu mengerikan," kenangnya.

1 dari 1 Halaman

Asal mula modifikasi bosozoku

Asal mula modifikasi bosozoku

Mobil dan motor unik mereka ibarat menciptakan predesesor pada dunia modifikasi. Sulit untuk ditampik bahwa modifikasi yang disebut-sebut ala JDM, mobil dan motor retro Jepang, menyematkan unsur yang dulu juga ada di bosozoku, terutama ban mobil yang ngotot keluar dengan camber negatif dan sayap-sayap plus intercooler.

Siapa sebenarnya yang pertama membuat modifikasi ini?

Ada sebuah nama lucu tetapi terlibat pula dalam sejarah kengerian bosozoku. Nama geng itu adalah Nina Mona. "Namanya diambil dari nama sebuah restoran. Nina Mona. Artinya gadis manis. Dari geng Nina Mona-lah gaya mobil dan motor bosozoku dimulai. Mereka yang buat, lalu anak-anak geng lain coba buat yang sama, termasuk gaya Gurchan," ujar Kazuhiro Hazuki.

Gurchan atau Grachan atau Gurachan sendiri adalah gaya modifikasi meniru mobil-mobil balap Grand Championships di Sirkuit Fuji Speedway. Ciri khasnya adalah bodi yang ceper dan diperlebar. Ada pula gaya mobil Yanky karena pada masa '70-an and '80-an, kawasan Osaka sedang demam pakaian Aloha dengan warna-warna cerah khas pakaian pantai.

Yanky merujuk pada Yankee, sebutan untuk orang-orang Amerika. Tak ketinggalan gaya Shakotan, mobil sedan umum yang dibuat ceper dengan knalpot dibuat menjulang. Mobil bosozoku pun boleh jadi menggabungkan elemen-elemen gaya ini. Peran Nina Mona sendiri agaknya memang cukup besar sampai akhirnya membuat bosozoku mendunia.

Selain soal modifikasi mobil dan motor, tokoh pimpinannya pun menjadi karakter dalam sebuah komik. Dia sendiri dikabarkan baru saja meninggal dunia. Namanya Atoshi Muto.

Orang asli geng bosozoku yang jadi karakter komik, dengan gaya khas berpakaian mekanik atau wearpack dan rambut jambul. Mungkin dia pula yang menginspirasi gaya geng Tamiya, Dash Yonkuro.

Waktu berlalu puluhan tahun. Namun, Narashino Specter sendiri masih menginspirasi generasi muda untuk meneruskan kegilaan bosozoku.

Seorang pemuda bernama Eguchi, yang sudah mengenal bosozoku sejak kecil, menjadi pimpinan sekaligus anggota angkatan ke-38 geng itu. Ia kini sendirian saja mewakili geng Spectre. Walau demikian, masih ada geng bosozoku bernama Number One, yang mengklaim masih riding dan berkelahi di jalanan.

Menurut Kazuhiro Hazuki, si pimpinan ke-21 geng bosozoku Narashino Specter, geng-geng bosozoku ini sudah ditekan oleh pihak berwajib. Polisi sudah melakukan operasi besar-besaran sehingga mereka sulit untuk eksis. Kazuhiro Hazuki sendiri kini usianya sudah mendekati 50 tahun. Banyak pula pimpinan geng yang lebih tua, dan memilih usaha lain untuk hidup.

"Sekarang saya kerja di semacam unit pekerjaan umum. Pasang elemen untuk pinggir jalan. Namun, spesialisasi saya adalah menghancurkan bangunan yang tidak lagi terpakai," ujarnya seolah memperoleh penyaluran dari kebengalannya. Sebenarnya pun kegilaan ala bosozoku tidak selalu kelam.

Pernah pula ada suatu catatan, geng motor ini menolong perempuan yang mobilnya masuk parit. Satu-dua orang turun coba menarik mobil itu, tetapi karena puluhan yang lain ikut turun, mobil dengan bobot sekian ton itu bisa dipindahkan ramai-ramai dengan tangan kosong.

"Saya masih punya mimpi," kata Kazuhiro Hazuki. "Saya akan terus kerja, kumpulkan uang. Bukan untuk menjadi kaya. Namun, saya ingin membuat semacam wadah untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang mantan anggota geng seperti saya, yang tidak punya banyak pendidikan dan pengalaman kerja, atau baru keluar dari penjara." 

(kpl/why/nzr/sdi)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami