Mobil Murah Diprediksi Dorong Penjualan

Prediksi kehadiran mobil murah LCGC (low cost green car ) akan menggoyang penjualan MPV memang masih belum meyakinkan. Namun, penjualan yang pasti akan bertambah mengingat tingginya minat calon konsumen di Indonesia

Kamis, 31 Januari 2013 09:20
Daihatsu Ayla di IIMS 2012
Editor : Alvin

Otosia.com - Prediksi kehadiran mobil murah LCGC (low cost green car ) akan menggoyang penjualan MPV memang masih belum meyakinkan. Namun, penjualan yang pasti akan bertambah mengingat tingginya minat calon konsumen di Indonesia terhadap kendaraan murah. Sekurangnya, prediksi penjualan 1,1 juta unit akan meningkat menjadi 1,2 juta unit.

"Menurut Gaikindo, pasar otomotif tahun ini bisa mencapai 1,1 juta unit, sama seperti tahun 2012. Tapi jumlah itu belum dihitung akan kehadiran LCGC. Kalau LCGC keluar, pasar akan naik 100.000 unit, dari 1,1 juta unit jadi 1,2 juta unit," ujar Endro Nugroho, 4W Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Pasar mobil Tanah Air sebentar lagi memang bersiap menyambut deretan mobil murah LCGC hasil rakitan lokal dengan suku cadang yang dibuat secara lokal pula. Sebut saja produk dari Toyota-Daihatsu lewat Agya dan Ayla yang sudah lebih dulu terealisasi, diikuti dengan rencana terhadap Honda Brio dan Mitsubishi Mirrage.

Harga mobil murah memang tidak jauh dari pasaran harga mobil baru, khususnya sedan hingga hatchback di kisaran Rp 100 juta. Mobil baru tentu lebih menggiurkan. Namun, Daihatsu Ayla sendiri sebagai contoh, diprediksi akan dipasarkan dalam empat varian dengan kode D, D+, M, dan X. Serta diperkirakan dijual mulai dari Rp 75 juta - Rp 105 juta. Adapun Agya lebih mahal Rp 5 juta - Rp 10 juta. Harga ini tentu membuat persaingan semakin ketat.

Tak hanya, itu perwujudan program mobil murah yang diregulasikan pemerintah pun diperkirakan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Jumlah itu seiring dengan besarnya animo publik terhadap mobil murah ramah lingkungan ini, yang juga disokong oleh besarnya investasi sejumlah produsen, termasuk investor asing.

"Tenaga kerja baru dari LCGC ini akan mencapai ribuan. Sekurangnya 7.000 orang untuk perakitan, dan 10.000 orang lagi untuk purnajual," ungkap Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian di Jakarta, dalam kesempatan berbeda.

(kpl/nzr/vin)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami