Mitsubishi Evo-3 Drag Race yang Anti-Tes Dyno

Sebuah Mitsubishi Evo-3 asal Pekanbaru Riau siap turun di ajang drag race 202 meter. Bak mengembalikan hasrat dalam merakit sebuah monster balap, si pemiliknya doyan coba-coba dan memilih deg-degan sebelum akhirnya dites

Sabtu, 01 Juni 2013 08:15
Mitsubishi Lancer Evolution-3
Editor : Albert

Otosia.com - Sebuah Mitsubishi Evo-3 asal Pekanbaru Riau siap turun di ajang drag race 202 meter. Bak mengembalikan hasrat dalam merakit sebuah monster balap, si pemiliknya doyan coba-coba dan memilih deg-degan sebelum akhirnya dicoba ke lintasan lurus haus detik tersebut.

Pasalnya, si pemilik, seorang notaris bernama Frasiscus Jonardi, memilih untuk sengaja tidak masuk tes dyno untuk mengetahui besaran tenaga.

"Orangnya memang sengaja tidak ingin uji dyno. Kalau yang lain-lain kan ada 500 ada yang 400. Dia memang banyak buat. Dia senangnya custom," beber Irfan, mekanik yang didaulat menangani Mitsubishi Evo-3 ini.

Mitsubishi Lancer Evo-3

Perubahan utama pun ada pada peningkatan kapasitas mesin. Jantung pacu berkode 4G64 itu menjadi berkapasitas 2.400 cc dari aslinya yang cuma 2.000 cc.

"Lalu pistonnya kita pakai punya Manly, buatan Amerika. Kemudian setangnya kita kawinkan punya Evo 9. Turbonya sudah pakai turbo tambahan," tambah Irfan, yang mengaku bahwa si pemilik pun tak menampik produk racikan lokal.

Pasalnya, air intakenya sudah buatan dalam negeri, tepatnya Bandung. "Dia mencontoh, custom, dari merek Magnum. Pengembangannya ini banyak kerja sama. Ada teman yang custom dari Bandung, ada yang dari Jakarta. Kalau yang terakhir, pakai MSD tu. Setahu saya, belum pernah mobil yang pakai injeksi pakai MSD. Biasanya mobil yang pakai distributor, pakai Delco, yang pakai MSD. Jadi, sistemnya harus dua MSD-nya," ujarnya.

Mengaku sempat menangani mesin jebol sebelum akhirnya memakai apa yang ada sekarang, ia juga menjelaskan bahwa si mesin bongsor memakai intercooler di depan yang memang bawaan asli. Kurang dan khawatir jebol? "Untuk turbonya ada pendinginan oli lagi," tepis Irfan.

Mitsubishi Lancer Evo-3 - Mesin

Lampu depannya pun dilepas karena area tersebut harus bertugas sebagai ruang udara masuk ke mesin. "Udara yang masuk kita modifikasi juga. Lampunya kita buang supaya udara yang masuk, yang ditabrak, langsung masuk," tambahnya.

Kelengkapan standar lalu terpasang di sana. Ada stabilizer, rollbar, juga "otak "dastek unichip, lalu modul turbo, modul NOS, hingga booster. "Api yang biasa masuk kan 12 volt. Kalau setelah melewati dia bisa 16 volt," ucap Irfan lagi.

Irfan sendiri sebenarnya mekanik di Mitsubishi Pekanbaru, Riau. Pria yang mulai masuk bengkel tersebut tahun 1997 ternyata menjadi juara tiga pada kontes mekanik tahun 2012 untuk skala nasional. Sementara itu, di Sumatera, dia menjadi nomor satu. 

Mitsubishi Lancer Evo-3 - Kelistrikan mesin

Dengan kepiawaiannya, dia ikut berembuk untuk modifikasi-modifikasi custom di mobil ini. Salah satunya yang tidak lazim, perombakan di sistem koil. "Koilnya kita rombak. Kalau di sini kan aslinya cuma dua koil. Jadi nomor satu dan nomor empat, satu. nomor dua nomor tiga, satu. Kita buat itu jadi satu-satu. Satu koil buat satu busi," akunya seraya menyebut bahwa si pemilik yang juga mengoleksi Evo-6, Subaru, Starlet 4E turbo intercooler, dan Toyota DOHC itu juga menyerahkan mobilnya di lintasan kepada seorang joki.

"Saya belum tes, nanti jokinya yang ngetes. Kalau prediksi, ya sebenarnya standar drag ini kan 202 meter berapa detik. Kalau yang sekarang belum tahu. Kalau dulu 8,1 detik," aku Irfan seraya membeberkan bahwa menurut si pemilik mobil ini akan turun di dua kelas Kejurnas termasuk Free For All. Ia juga berharap pada kejuaraan berikutnya tersebut Evo ini bisa meraih juara pertama.

(kpl/nzr/abe)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami