Meski Harga BBM Naik, Jangan Paksa Motor Injeksi Minum BBM Oktan Rendah

Saat harga BBM non subsidi naik, tak menutup kemungkinan banyak pemilik kendaraan akan terpaksa menurunkan jenis BBM yang dipakai. Tapi, ketahui jika hal tersebut justru merugikan.

Rabu, 17 Oktober 2018 11:45
Ilustrasi pengisian bahan bakar kendaraan (Otosia.com/Nazarudin Ray)
Editor : Dini Arining Tyas
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Saat ini tersedia beragam jenis bahan bakar dengan kandungan oktan atau Research Octane Number (RON) untuk spesifikasi kendaraan yang berbeda-beda. Pertamina misalnya, selain masih menyediakan BBM premium dengan RON 88, juga ada Pertalite memiliki nilai oktan 90, Pertamax RON 92, Pertamax Plus RON 95, dan Pertamax Turbo RON 98.

Sedangankan BBM Shell Super memiliki nilai oktan RON 92 dan Shell V-Power RON 95. Angka RON menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Dengan kata lain makin tinggi tingkat oktan, kian besar tekanan yang dibutuhkan BBM untuk terbakar

Saat ini hampir semua jenis sepeda motor sudah menggunakan mesin injeksi dan modern yang menganjurkan penggunaan BBM dengan angka oktan tinggi. Dengan tingkat kandungan oktan yang berbeda-beda, lalu bagaimana jenis motor yang masuk kategori injeksi dengan mesin modern?

Ilustrasi pengisian bahan bakar kendaraan (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Setiap pabrikan menganjurkan penggunaan yang sesuai dengan spesifikasi sepeda motor. Ini erat kaitannya dalam perbandingan kompresi. Karena itu pemilkik sepeda motor perlu mengetahui kompresi dari mesin terlebih dahulu sebelum menentukan bahan bakar apa yang akan dipakai.

"Misalkan mesin dengan perbandingan kompresi 11:1 menggunakan BBM dengan oktan rendah akan menimbulkan kerusakan pada mesin. Namun kerusakan tidak terjadi secara langsung. Pelan-pelan kerusakan akan terjadi, tergantung dengan kondisi mesin pada saat itu," kata Koordinator Servis Yamaha SBR Pemalang, Jawa Tengah, Galuh Afriyanto.

Menurut Galuh ketika motor yang masuk kelas premium dipaksakan memakai BBM beroktan rendah, maka bensin akan terbakar sendiri tanpa dipicu oleh busi. Gejala ini biasa disebut knocking (ngelitik).

"Jika terus dipaksakan akan merusak gasket cylinder head dan akan membuat deposit karbon pada piston dan ruang bakar," jelasnya.

Yang terjadi kemudian, deposit karbon tersebut akan membuat mesin bertambah panas dan tenaga akan berkurang. "Jadi saya sarankan untuk motor-motor premium dengan kompresi tinggi menggunakan BBM yang sesuai dengan kebutuhan mesin," tutupnya.

SUDAH BACA INI BELUM?

(kpl/nzr/tys)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami