Merasakan Nilai Lebih Datsun GO+ Panca di Cirebon

Dipilihnya Cirebon menjadi lokasi uji coba Datsun GO+ Panca, tak lain karena Kota Udang ini memiliki potensi wisata yang cocok dengan segmen mobil LCGC ini. Datsun GO+ Panca merupakan mobil keluarga yang mampu menampung 5 orang ditambah 2 penumpang kecil, sehingga cocok untuk cocok menemani liburan keluarga ke lokasi-lokasi menarik.

Kamis, 29 Mei 2014 10:15
Merasakan Nilai Lebih Datsun GO+ Panca di Cirebon Datsun GO+ Panca di Cirebon (Foto: Hafid)

Editor : Nurrohman Sidiq

Otosia.com - Dipilihnya Cirebon menjadi lokasi uji coba Datsun GO+ Panca, tak lain karena Kota Udang ini memiliki potensi wisata yang cocok dengan segmen mobil LCGC ini. Datsun GO+ Panca merupakan mobil keluarga yang mampu menampung 5 orang ditambah 2 penumpang kecil, sehingga cocok untuk cocok menemani liburan keluarga ke lokasi-lokasi menarik.

Perjalanan bertajuk 'Discover 5+2 Wonders with Datsun GO+ Panca' dimulai dari Stasiun Kejaksan Cirebon. Sebanyak 10 Datsun GO+ Panca telah disiapkan berbaris di parkiran menunggu untuk dijajal para awakmedia. Otosia pun berkesempatan mencoba mengendarai menuju Hotel Aston
Cirebon.

Sempat mengalami kendala saat di perjalanan, lantaran butuh waktu untuk mengenali karakteristik mobil LCGC ini. Pedal gasnya yang cukup responsif sempat membuat mobil sedikit meloncat.

 

1 dari 4 Halaman

Memacu di tol Kranci

Memacu di tol Kranci

Perjalanan sesungguhya dimulai pada hari kedua, dimana para awak media akan menjajal Datsun GO+ Panca berkeliling kota Cirebon dan sekitarnya. Beranjak dari Hotel Aston Cirebon, kesepuluh mobil membelah Kota Cirebon menuju objek wisata Waduk Darma di daerah Kuningan.

Memasuki tol Kranci kami berkesempatan mencoba memacu kendaraan. Kami pun menekan gas sampai habis mencapai gigi 5 dan kecepatan hingga 150 km per jam. Fitur power steering electronicnya mengeraskan kemudi sehingga mobil tetap bergerak stabil pada kecepatan tinggi.

Keluar tol kami disambut jalan yang penuh tanjakan. Beberapa kali kami mendapatkan posisi yang tepat sehingga mampu menanjak menggunakan gigi 2. Namun sering kali kami harus terhenti dan mengganti ke gigi 1 karena konvoi yang terhenti.

Sepanjang perjalanan, kami hanya menggunakan gigi 2 dan 3 karena nafasnya yang cukup panjang. Gigi 3 memasuki putaran tinggi dalam waktu yang cukup lama, sehingga dapat terus digunakan tanpa harus merusak mesin.

Tak terasa perjalanan sudah menempuh 50 kilometer, kami sampai di Waduk Darma. Di sini kami berkesempatan beristirahat dan mengambil keindahan lekuk Datsun GO+ Panca dengan pemandangan Waduk.

2 dari 4 Halaman

Nyaris tabrakan beruntun

Nyaris tabrakan beruntun

Lanjut dari Waduk Darma, destinasi selanjutnya adalah Wisata Cibulan yang berjarak hanya 25 kilometer dari Waduk Darma. Perjalanan dipenuhi banyak rintangan seperti truk dan bus, namun Datsun GO+ Panca yang berkapasitas hinggga 7 penumpang ini dapat melewatinya dengan mudah berkat respon gas yang cukup baik.

Konvoi seolah tak kehilangan nyali melibas rute yang cukup ramai. Kami pun terbuai dengan kecepatan mobil tersebut hingga tak menyadari ada mobil yang keluar tiba-tiba dari samping jalan. Seketika konvoi punmengerem mendadak, hingga mengunci ban.

Kami yang berada di posisi keempat tak luput dari kejadian ini dan ikut mengerem. Untung saja kami bisa menghindari kecelakaan beruntun tersebut tanpa membuat lecet body sedikit pun.

Sistem rem yang berventilasi mengizinkan Datsun GO+ Panca dapat mengerem dengan pakem. Hal inilah yang membuat kami terhindar dari kecelakaan tersebut.

3 dari 4 Halaman

Nanjak ke kaki gunung Cermai

Nanjak ke kaki gunung Cermai

Setelah beristirahat di Wisata Cibulan, rombongan melanjutkan perjalanan ke kaki Gunung Cermai. Rute yang sempit dan menanjak bukan menjadi halangan mobil LCGC ini. Dengan turning point 4,6 meter mobil ini cukup mudah melibas belokan yang cukup patah.

Cuaca kota Cirebon yang cukup panas memaksa kami untuk menyalakan Air Conditioner cukup kencang agar penumpang di belakang tak kepanasan. Namun sayang, sistem pendingin mobil ini bekerja kurang maksimal. Seringkali kami harus mengatur AC agar ruang dalam menjadi lebih adem merata terutama di bagian belakang yang tak memiliki pendingin udara.

Turun dari kaki Gunung Cermai, tujuan selanjutnya adalah pusat batik Cirebon Trusmi. Selama perjalanan kami disuguhi jalan yang kurang rata. Otosia pun mencoba memacu kendaraan untuk mengetes suspensi yang diklaim mampu meredam getaran sebesar apapun.

Benar saja, kami sempat menghajar lubang cukup banyak, tetapi getaran yang dihasilkan sangat kecil. Uniknya mobil tak limbung meski sistem suspensinya dapat menyerap getaran cukup besar.

4 dari 4 Halaman

Konsumsi BBM

Konsumsi BBM

Setelah asik berbelanja Batik khas Cirebon, perjalanan dilanjutkan menuju keraton Kasepuhan. Tubuh yang sudah cukup lelah tetap terjaga kondisinya berkat kursi Datsun GO+ Panca yang dirancang menyesuaikan bentuk tulang belakang.

Rasa pegal pun tak terasa, bahkan pada kursi penumpang posisi kursi rebahan terasa sangat nyaman. Salah satu teman di mobil kami sempat tertidur pulas tanpa perlu mencari posisi yang tepat.

Malam pun tiba, kami tetap melanjutkan konvoi menuju Keraton Kacirebonan. Lampu hexagonal Datsun GO+ Panca pun cukup membuat mata kami mampu melihat dengan jelas saat mengemudi. Saat melirik indikator bahan bakar, Datsun GO+ Panca ternyata cukup irit BBM.

Perjalanan sejauh 150 kilometer hanya menghabiskan kurang dari setengah indikator full. Hal ini cukup membuktikan efisiensi dari Datusun GO+ Panca sebagai mobil LCGC keluarga 7 penumpang.

(kpl/fid/sdi)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami