Menteri Perindustrian Minta Toyota Raize & Daihatsu Rocky Pakai Komponen Lokal Lebih dari 70 Persen

Toyota Raize dan Daihatsu Rocky masuk dalam daftar mobil yang mendapatkan PPnBM 0 persen. Meski begitu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap komitmen Astra Daihatsu Motor untuk meningkatkan kandungan komponen lokal dua SUV baru itu.

Kamis, 29 April 2021 17:15
Menteri Perindustrian Minta Toyota Raize & Daihatsu Rocky Pakai Komponen Lokal Lebih dari 70 Persen Daihatsu Rocky 2020 versi Jepang (Carscoops)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa salah satu sektor yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional adalah industri otomotif. Ada 21 perusahaan di industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang beroperasi di Indonesia.

Total, mereka telah menyumbang nilai investasi sebesar Rp 71,35 triliun. "Total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun dengan serapan tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang dan lebih dari 1,5 juta orang bekerja di rantai nilai industri produk kendaraan bermotor roda empat dan lebih," papar Agus saat launching Toyota Raize dan Daihatsu Rocky secara virtual, Rabu (28/4/2021).

Salah dua dari perusahaan yang berinvestasi di Indonesia adalah Toyota dan Daihatsu. Komitmen investasi berkelanjutan Toyota dan Daihatsu yang bekerja sama dengan Astra pun diapresiasi.

1 dari 2 Halaman

Meski begitu, dengan Toyota Raize dan Daihatsu Rocky yang diproduksi di dalam negeri, Agus berharap kandungan komponen lokal duo SUV itu bisa lebih dari 70 persen.

"Saya berharap PT Astra Daihatsu Motor sebagai produsen kedua model kendaraan terebut berkomitmen untuk meningkatkan lokal komponen lebih dari 70 persen termasuk engine, body, chassis dan transmisi," ungkapnya.

2 dari 2 Halaman

Lebih lanjut, Agus menilai kehadiran kembar Raize-Rocky akan bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan Daihatsu dan Toyota. Selain itu, ini akan memperbesar peluang ekspor terutama ke negara-negara yang sudah memiliki kerja sama dengan Indonesia.

"Target produksi sampai dengan Desember 2021 seanyak 343 ribu unit, di mana 8.800 unit di antaranya didedikasikan untuk pasar ekspor," terangnya.

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami