Pajak Mobil Baru Diusulkan Jadi 0 Persen

Untuk mendongkrak sektor otomotif yang lesu akibat pandemi 9, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengusulkan pajak mobil baru 0 persen.

Selasa, 15 September 2020 13:15
Pajak Mobil Baru Diusulkan Jadi 0 Persen Ilustrasi pameran otomotif IIMS (Nazar Ray)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Untuk mendongkrak penjualan mobil yang lesu akibat pandemi Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen.

Pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB) ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi COVID-19.

"Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru 0 persen sampai bulan Desember 2020," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (14/9).

 

 

1 dari 4 Halaman

Menurut Agus Gumiwang upaya tersebut diyakini dapat mendongkrak daya beli masyarakat terhadap sektor otomotif yang terpuruk saat ini. 

"Kalau kita beri perhatian agar daya beli masyarakat bisa terbantu dengan relaksasi pajak, maka kita terapkan. Kemudian pada gilirannya bisa membantu pertumbuhan industri manufaktur di bidang otomotif tersebut," terangnya.

Dijelaskan Agus, kinerja industri otomotif pada semester pertama 2020 terbilang melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat dampak pandemi yang terjadi sejak Maret 2020. Namun, pada semester kedua tahun ini, mulai ada perkembangan yang positif.

 

2 dari 4 Halaman

"Kami berharap relaksasi pajak tersebut bisa segera dijalankan agar bisa memacu kinerja industri otomotif di tanah air dan pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

Pasalnya, kata Menperin, aktivitas industri otomotif memiliki multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja yang besar hingga memberdayakan pelaku usaha di sektor lainnya.

"Industri otomotif itu mempunyai turunan begitu banyak. Ada tear 1, tear 2 yang begitu banyak," imbuhnya.

Sebelumnya, relaksasi pajak pembelian mobil baru sempat disampaikan Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

 

 

3 dari 4 Halaman

Bob Azam saat itu mentakanan bahwa industri otomotif saat ini butuh stimulus dari pemerintah agar terjadi peningkatan daya beli.

"Kami harapkan ada tax deduction untuk menstimulus daya beli, tapi tax deduction ini yang tidak mengurangi pendapatan pemerintah. Harapan kita ada di pajak daerah, kalau pajak bisa diturunkan, jumlah yang dijual bisa naik," imbuh Bob Azam.

 

4 dari 4 Halaman

Seperti diketahui pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 73 tahun 2019, yakni sebesar 15-70 persen untuk kendaraan bermotor angkutan orang.

Besaran tarif disesuaikan dengan jumlah maksimal muatan setiap kendaraan, dan juga isi silinder.

(kpl/nzr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami