Menjajal Kelincahan New Mirage di Jalur Malang-Surabaya

Kelincahan New Mitsubishi Mirage diuji pada jalur Malang-Surabaya yang menantang.

Selasa, 04 Oktober 2016 22:45
Foto: Hafid
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Beberapa waktu lalu, Otosia berkesempatan menjajal salah satu produk andalan Mitsubishi yang berpenampilan baru, yakni New Mirage. Rute Surabaya-Malang-Surabaya pun menjadi saksi ketangguhan city car berkapasitas 5 penumpang ini.

Memulai perjalanan dari bandara Juanda, kami langsung menunggangi New Mirage tipe Exceed bertransmisi otomatis CVT (Continously Variable Transmission).

Memasuki kabin, New Mirage terasa lebih elegan dan kompak dibanding generasi sebelumnya. Tak banyak area kosong yang membuat New Mirage hanya menjadi sebuah transportasi belaka. Kemudi dengan aksen black piano mampu mempengaruhi aura interior.

Kabin yang terasa lega masih ditawarkan Mitsubishi. Hal ini tak hanya terasa di kabin depan, namun juga belakang tempat penumpang. Ruang kaki terasa luas dengan posisi duduk yang nyaman.

Sayangnya, hal ini membuat ruang bagasi belakang menjadi terasa lebih kecil dan tak tersedianya cup holder di pintu penumpang belakang.

Namun hal tersebut bukanlah menjadi kendala karena sebagai mobil anak muda yang dinamis, aktivitas lebih difokuskan pada baris depan.

Kestabilan New Mirage

Menuju kota Malang, trek yang disajikan menguji kemampuan manuver New Mirage. Meski kemudinya terasa lebih berat, namun responnya begitu cepat.

Kemudi tak perlu diputar terlalu banyak, mobil sudah berbelok. Hal ini sangat cocok untuk mengambil celah saat terjadi kemacetan.

Sayangnya, respon transmisi CVT New Mirage agak sedikit lambat meskipun pedal gas sudah diinjak dalam-dalam. Sebenarnya karakter ini memang sering ditemukan pada sistem transmisi CVT.

Namun, Mitsubishi masih memiliki peluang untuk meningkatkan kembali respon transmisi CVT dengan melakukan beberapa tuning.

Perasaan berkendara terasa berbeda saat menghadapi jalur cepat. Menuju Museum Angkut di Batu, Malang, kami sempat memacu New Mirage di jalan tol yang cukup sepi.

Meski memulai dengan lamban, putaran atas New Mirage benar-benar luar biasa. Jarum speedometer melejit konstan hingga mencapai kecepatan 140 kilometer per jam.

Selain itu, peningkatan sektor kaki-kaki ternyata memberikan pengaruh yang signifikan. Mobil berbadan kecil ini terasa stabil dan menempel dengan jalan saat dipacu kencang. Kemudi pun tak bergetar akibat pengaruh kecepatan tinggi. Rasa takut pun seketika sirna digantikan percaya diri seolah menunggangi mobil berbadan besar.

Sayangnya, kendala muncul saat menghadapi tanjakan. Suara putaran mesin terdengar cukup keras guna mendapatkan momentum untuk memutar ban.

Padahal tuas transmisi telah diturunkan ke posisi B. Namun, begitu telah menemukan momentumnya mobil pun langsung melesat tanpa ampun.

New Mirage Transmisi Manual

Memasuki hari kedua, kami melakukan perjalanan menuju Surabaya menggunakan New Mirage bertransmisi manual. Kondisi jalan yang lebih didominasi turunan membuat kami harus berhati-hati.

Soalnya, dibutuhkan beberapa saat bagi kami untuk menemukan setingan rem New Mirage. Pedal rem harus diinjak agak dalam agar brake pad mau menjepit disk brake.

Jika dibandingkan transmisi otomatis, transfer tenaga dari mesin ke roda lebih cepat untuk transmisi manual. Manuver pun terasa lebih lincah, karena dapat mengatur posisi gigi yang dibutuhkan.

Yang paling menarik adalah raungan khas mesin tiga silinder New Mirage yang dapat terdengar hingga ke dalam kabin.

Raungannya begitu garang membuat kami lupa bahwa mobil yang ditunggangi berbadan kecil. Hal tersebut sama sekali tak mengganggu kenyamanan perjalanan kami.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/fid/fdk)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami