Mengintip Trail Listrik Viar yang Mirip Mountain Bike

Setelah sukses memasarkan Viar CrossX dengan ragam variannya, PT Triangle Motorindo ancang-ancang mencari peruntungan baru dengan menghadirkan motor trail dengan sumber daya listrik, Viar E-Cross. Beberapa awak media sudah menjajal dua varian E-Cross ini di kawasan wisata Gunung Pancar, Bogor beberapa waktu lalu.

Selasa, 15 Mei 2018 10:15
Foto by Nazar Ray
Editor : Dini Arining Tyas
Reporter : Nazzarudin Ray

Otosia.com - Setelah sukses memasarkan Viar CrossX dengan ragam variannya, PT Triangle Motorindo ancang-ancang mencari peruntungan baru dengan menghadirkan motor trail dengan sumber daya listrik, Viar E-Cross. Beberapa awak media sudah menjajal dua varian E-Cross ini di kawasan wisata Gunung Pancar, Bogor beberapa waktu lalu.

Sekilas, wujud Viar E-Cross Lite maupun Advance nyaris mirip-mirip mountain bike (MTB) atau sepeda gunung. Hanya trail listrik Viar tidak ada pedal saja. Secara dimensi kedua varian trail listrik Viar punya dimensi sama, yakni 1870 mm, lebar 780 mm dan tinggi 1040 mm. Memiliki jarak sumbu roda 1260 mm dan ketinggian jarak ke tanah 27 cm menjadikannya kompak saat diajak manuver di medan off road.

Foto by Nazar Ray

Rangka model double cradles terbuat dari allumunium alloy dengan berat 7,8 kg. Lengan ayun model pisang dipasangkan dengan peredam kejut mono buatan Intersect TR model Independently. Sedangkan suspensi depan varian Lite menggunakan model teleskopik dengan fitur dapat diatur kekerasannya menggunakan angin.

Pengaturan tekanan terdapat pada bagian atas dan bawah susupensi. Sedangkan model Advance, suspensi depan model upside down dengan dengan fitur peyetelan sisi kanan suspensi untuk penyesuaian tekanan kompresi oli, sesuai tingkat kekerasan atau diseting lebih lembut mengikuti keinginan pengendara.

E-Cross menggunakan motor penggerak tipe motor BLDC (Brushless Direct Current Motor) yaitu motor yang menggunakan magnet permanen pada bagian rotor dan elektromagnet pada bagian stator (stationary) buatan Panasonic menggunakan 18650 rasio sel dengan empat sensor temperatur. Keuntungannya motor tipe BLDC adalah efisien, memiliki putaran yang konstan dan daya tahan motor lebih baik.

Foto by Nazar Ray

Fitur batterai meliputi over charge protection, over discharge protection, over current protection, high temperature protection, under voltage protection, saat di rem arus listrik terputus (brake power off), penyesuain tegangan kelistrikan (dual voltage self-adaption).

Varian E-Cross Lite menggunakan baterai 48v/25AH, sedangkan model Advance dengan ukuran lebih besar, 60V/32AH. Pada varian Advance baterai berkekuatan 6000 wat memiliki daya setara dengan 8 tenaga kuda.

Untuk pengisian terdapat dua pilihan, waktu pengesian normal 6 jam atau pengisian cepat hanya 3 jam. Dengan kapasitas batrerai penuh bisa dikendarai hingga jarak 100 km dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam pada medan datar. Baterai mudah dikeluarkan dari 'rumahnya' untuk pengisian portable atau pengantian unit.

Foto by Nazar Ray

Penerus daya menggunakan sistem Multi Stage Coaxial Transmission, di mana putaran motor disalurkan melalui dua model penggerak, sabuk (belt) dan rantai. Penerus daya dari motor menggunakan sabuk yang diteruskan mengunakan rantai untuk menggerakkan roda belakang.

Perbandingan transmisi rasionya adalah 1:7,6.(primer : 2,217 , sekunder 3,428, total : 7,6). Degan perbandingan rasio tersebut E-Cross pada kondisi standar bisa mendaki pada kemiringan 35 derajat. Sedangkan penambahan aksesoris bisa dikendarai pada sudut 45 derajat seperti penggantian gir belakang dengan 58 gigi.

Roda depan dan belakang Viar E-Cross menggunakan ukuran sama, yaitu 70/90 ring 19 dengan tapak pelek 1,4 inchi. Untuk pengereman kedua roda menerapkan model cakram dengan empat piston.

Selain fitur pada suspnesi, trail dengan desain kompak dan ringkas E-Cross dilengkapi dengan fitur penerangan LED, lampu rem, soket USB 2.1A untuk pengisi gawai, indikator pemantau daya baterai, serta klakson.

Foto by Nazar Ray

Dashboard mungil dengan LCD negative perbandingan 1000:1 menjadikanya terlihat mudah terlihat kendati tersorot sinar mentari. Informasi yang tersaji meliputi kecepatan, dalam dua pilihan Km/h atau MPH, total jarak tempuh, dan trip meter.

Kotak penyaji informasi ini dinyalakan pada tombol power di sisi bagian bawah. Fitur utama adalah pemilihan mode berkendara. Sport dan EP, di mana pada pemilihan mode sport tenaga yang disalurkan responsif pada roda belakang, sedangkan mode EP (economic power) kekuatan yang disalurkan terasa linier.

"Viar E-Cross masih dikembangkan sesuai pemintaan pasar, seperti kelayakan untuk berkendara di jalan raya sehingga kedepan dilengkapi dengan fitur sesuai regulasi yang berlaku," tukas Frengky Osmond dari Marketing Communication Division Viar Motor Indonesia.

SUDAH BACA INI BELUM?

(kpl/nzr/tys)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami