Mengenang Perjalanan Jimny di Indonesia dan Cerita Lucu Si 'Jangkrik'

Suzuki Jimny generasi pertama dan kedua ternyata mempunyai kisah menarik dari para pemakainya

Senin, 22 Juli 2019 12:15
Mengenang Perjalanan Jimny di Indonesia dan Cerita Lucu Si 'Jangkrik' Suzuki Jimny di GIIAS 2019 (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Saat GIIAS baru dibuka pagi hari, situasi masih belum ramai, seorang pria paruh baya nampak ngotot ingin membeli secara tunai Jimny. Ia meminta kepada sales agar inden tidak lebih dari seminggu.

Pria ini sudah tidak sabar segera mengendarai mobil legendaris dari Suzuki ini. Rupanya ia punya nostalgia kala muda bersama Suzuki Jimny Katana.

Lain halnya Imam, lelaki berusia 47 tahun ini juga sudah ngebet segera membesut Jimny baru. Hanya saja ia harus bersabar dengan ribuan calon pemilik lain untuk meminangnya.

Imam sendiri punya kenangan tak terlupa bersama Jimny “Jangkrik” saat ia masih kuliah di bilangan Jakarta Selatan. Si “Jangkrik” berwarna biru tua kerap menemaninya pergi ke kampus, dari rumahnya di Jakarta Barat ke Selatan Jakarta.

Bahkan dalam sebuah liburan bersama teman-teman kuliahnya di tahun 1990-an, ia membawa Jimny Jangkrik hingga ke Bali. Bersama Jimny ini pula ia punya cerita asmara manis dengan wanita yang kini menjadi istrinya.

“Waktu pacaran pernah mogok kehabisan bahan bakar, ha-ha-ha. Gue piker habis dipakai bokap masih penuh, ngak tahunya kosong. Indikatornya ngaco, he-he-he. Terpaksa beli di lai-lai, BBM eceran,” kenangnya.

Walaupun mengandalkan motor Honda tua saat kuliah, Jimny milik orang tuanya tidak jarang ia pakai ke kampus.

“Mobil peninggalan orang tua saya. Waktu kuliah pernah dipakai ke Bali. Walaupun tua, tetap tokcer tanpa kendala. Gaspol. Saya ke Bali pulang pergi, isinya 4 orang. Waktu itu saya belum sempat bikin SIM, bannya juga agak gundul. Tua-tua keladi, ha-ha-ha. Tapi Alhamdulillah kami semua selamat sampai di rumah,” kenangnya.

 

 

1 dari 3 Halaman

Sejarah Suzuki Jimny

Sejarah Suzuki Jimny

Cerita di atas menjadi gambaran betapa Jimny begitu sangat popular di Tanah Air, bahkan dunia. Bukan hanya generasi tua, namun kehadirannya sudah memikat kaum milenial.

Saking antusiasnya respon pasar. Suzuki pun berbagi cerita di GIIAS soal perjalanan Jimny selama 40 tahun berkiprah di Indonesia.

Suzuki Indonesia bercerita, sejak generasi pertamanya meluncur di Indonesia pada tahun 1979, Jimny dikenal sebagai mobil off-road yang terbukti lincah dan tangguh mengarungi berbagai medan ekstrem.

Ditambah dengan desain khas dan ikonik serta beragam fitur fungsional, Suzuki Jimny telah memberikan kenangan mendalam yang selalu melekat di hati para penggemarnya.

Setiap seri Jimny yang diluncurkan di Indonesia selalu membangkitkan kembali memori yang begitu historis dan fenomenal terhadap mobil legendaris ini.

“Kita tahu bahwa Jimny punya kenangan yang begitu melekat di konsumen sejak 1979. Terbukti dengan membukukan penjualan sebanyak 130.334 unit sejak tahun 1979. Sebagai bentuk apresiasi kami terhadap pecinta Jimny di Indonesia, di GIIAS 2019 kami meluncurkan Jimny generasi keempat,” ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director SIS.

2 dari 3 Halaman

Generasi Pertama dan Dua

Generasi Pertama dan Dua

Jimny generasi pertama, yaitu seri LJ80, rilis di Indonesia pada tahun 1979. Saat itu Jimny LJ80 yang lebih akrab disebut “Jimny Jangkrik” dirakit langsung di Indonesia dengan kapasitas mesin 800 cc.

Kehadiran mobil off-road 4x4 ini mendulang sukses dan menjadi salah satu mobil ikonik di Indonesia.

Jimny Jangkrik juga memiliki model turunan yang diproduksi hingga tahun 1981, yaitu LJ-80V dan LJ-80Q dengan pintu yang terbuat dari bahan metal.

Memasuki generasi kedua di tahun 1982, Suzuki merilis Jimny SJ410 yang dipasarkan dengan nama Katana.

Hadir dengan mesin sebesar 1.000 cc, Jimny yang pada awalnya berpenggerak empat roda (4WD), melakukan penyegaran sebagai mobil berpenggerak 4x2.

Kendati demikian, hadirnya Katana kembali berhasil membawa Jimny menuju puncak popularitas pada masanya karena memiliki bodi kompak, mudah dimodifikasi, lincah saat bermanuver dan tangguh berpetualang sehingga menarik banyak peminat.

Katana bukan satu-satunya seri Jimny yang dirilis selama generasi kedua. Selain Katana, Jimny generasi kedua juga hadir dengan versi long wheelbase yang mendapat julukan “Jimny Long”.

Kemampuannya menjelajah menjadikan mobil ini sebagai kendaraan yang dapat digunakan bahkan oleh masyarakat di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Masih masuk dalam Jimny generasi kedua, pada tahun 2004 Suzuki meluncurkan Jimny SJ413 atau Carribian dengan model yang paling berbeda, Jimny ini memiliki sebuah extra-cab dan menyerupai pick-up dengan kapasitas mesin 1.300 cc.

3 dari 3 Halaman

Mejeng di GIIAS 2017

Mejeng di GIIAS 2017

Pada GIIAS 2017, menjadi momen peluncuran generasi ketiga Jimny di Indonesia, Jimny JB33 yang juga dikenal sebagai Jimny Wide ini hadir secara ekslusif dengan desain tak bersudut namun tetap menampilkan kesan Jimny yang ikonik dan jantan.

Selain itu, Jimny generasi ketiga ini dibekali mesin berkapasitas 1.300 cc, lengkap dengan penggerak All-Wheel Drive (AWD). Penjualan Jimny Wide di Indonesia terasa lebih eksklusif dengan jumlah hanya 88 unit dan harga Rp 285 juta on the road DKI Jakarta.

Perjalanan Jimny dari generasi ke generasi telah menorehkan cerita dan kesan bermakna bagi para penggemarnya. Dan kini, SIS telah berhasil menjadikan Indonesia sebagai target pasar mobil off-road ikonik ini.

Jimny yang berhasil meraih gelar 2019 World Urban Car dan World Car Design of the Year di ajang World Car Awards, hadir secara eksklusif untuk mewujudkan keinginan penggemar setia Jimny di Indonesia.

(kpl/nzr/ahm)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami