Waspada Titik Buta Saat Berkendara, Ini Cara Antisipasinya

Setiap kendaraan memiliki blind spot atau titik buta yang berbeda. Termasuk pada truk dan mobil boks.

Kamis, 23 November 2017 10:00
Blind spot truk (roadtripamerica.com)
Editor : Rohimat Nurbaya
Reporter : Rohimat

Otosia.com - Saat berkendara ada yang namanya blind spot atau titik buta. Blind spot ini adalah salah satu bagian dari sekeliling pengemudi yang tak bisa terlihat ketika sedang mengemudikan kendaraan. Jangkauan penglihatannya terbatas cermin pada kaca spion.

Pada kendaraan kecil seperti sedan hatchback, titik buta mobil di sebelah kiri dan kanan, namun jika pengemudi menengok ke arah tersebut masih dapat terlihat.

Pada kendaraan lain titik butanya lebih banyak, karena terhalang muatan, box, peti kemas, atau karena posisi kendaraanya lebih tinggi dari yang lain seperti bis dan truk.

Letak Blind Spot

Setiap jenis kendaraan memiliki titik buta atau yang berbeda-beda. Semakin tinggi kendaraannya biasanya titik butanya lebih besar. Dalam gambar di bawah ini, kendaraan nomor 1 dapat melihat kendaraan nomor 3 tapi tidak bisa melihat kendaraan nomor 2 melalui kaca spion karena berada di area blind spot.

Kemudian kendaraan nomor 2 hanya dapat dilihat dengan menengok ke sebelah kanan yang artinya memalingkan pandangan dari depan, sangat berisiko. Area yang ditunjukan dengan huruf (a) itu sedikit area blind spot dari sudut pandang sopir, saat akan belok ke kiri.

Sementara area huruf (b) itu sedikit area blind spot dari sudut pandang sopir namun saat akan belok ke kanan.

Truk gandengan/ trailer memiliki blind spot sangat besar. Kelemahan blind spot terbesar terutama pada saat belok dan mundur. Bagian bawah juga blind spot yang sangat besar, sepeda motor, sedan kecil ceper, atau kendaraan kecil lainnya tidak akan terlihat oleh supir truk gandengan ini.

Pada kendaraan dengan box, tidak mempunyai pandangan pada spion tengah sama seperti pada truk gandeng. Jadi hanya bergantung pada kaca spion di kiri dan kanan mobil. Bedanya untuk mobil box tidak terlalu tinggi, sehingga bila sopir sedikit menengok ke kiri atau kanan, masih dapat melihat mobil-mobil yang lebih rendah darinya.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk menghilangkan blind spot ini. Sehingga tidak terjadi kecelakaan yang tak diinginkan.

1. Menggunakan cermin cembung sehingga pandangan dapat lebih luas, walaupun dengan resiko mengaburkan persepsi pandangan terhadap jarak dari objek dalam spion tersebut.

2. Menggunakan beberapa cermin (tambahan spion) sekaligus.

3. Menggunakan kamera video agar dapat melihat kondisi di belakang kendaraan lebih jelas. Layarnya ditempatkan di dashboard mobil.

4. Menggunakan sensor jarak yang dapat memberikan notifikasi tertentu saat kendaraan mundur.

Sebagai pengemudi kendaraan lain, jika menghadapi truk gandengan atau mobil boks.

1. Ketahui blind spot truk tersebut.

2. Bersabar saat berada di belakang truk.

3. Jaga jarak dengan truk, jangan terlalu dekat. Berikan jarak untuk cukup evakuasi jika terjadi sesuatu pada truk, jarak cukup saat dibutuhkan rem mendadak.

4. Kaca spion truk biasanya sangat besar, anda dapat melihatnya. Jika anda dapat melihat pengemudi truk tersebut, kemungkinan dia juga dapat melihat anda.

5. Saat menyalip, pastikan anda tidak memotong jalur yang sedang dipakai truk. Berikan jarak yang luas agar sopir truk dapat melihat anda akan kembali ke jalur semula setelah menyalip truk tersebut.

6. Gunakan klakson agar sopir truk mengetahui posisi anda.

(Sumber: pages.cs.wisc.edu)

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/mat)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami