Notice: Undefined variable: extra_css in /data/otosia/m/application/m/view/template/header.php on line 375

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /data/otosia/m/application/m/view/template/header.php on line 375

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /data/otosia/m/application/m/view/template/header.php on line 379

Membonceng Anak Itu di Belakang, Bukan di Depan

Anak-anak biasanya dibonceng di depan oleh orang tuanya saat mengendarai motor. Padahal cara itu tidaklah seaman yang dipikirkan.

Selasa, 20 Maret 2018 20:15
Foto Ilustrasi by Trio Motor
Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com -

Anak-anak biasanya dibonceng di depan oleh orang tuanya saat mengendarai motor. Padahal cara itu tidaklah seaman yang dipikirkan.

Seperti dijelaskan oleh Instruktur Senior dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Sumana.

"Harus boncengkan di belakang dan wajib pakai safety belt atau tali yang diikatkan pada anak dan menyambung ke orang tua (pengendara)," jelas Sony kepada Liputan6.com.

Ditanya soal trend modifikasi tempat bonceng anak pada motor matic, hal itu juga disebut tak aman.

"Kursinya saja tidak SNI, dengan modifikasi sana-sini, tapi tidak memenuhi standar keselamatan. Paling benar, anak duduk di belakang dan menggunakan safety belt," tegasnya.

Jika orang tua tidak memiliki safety belt, dan berfikiran ada orang tua yang duduk di belakang, maka harus diingat motor didesain untuk dua orang.

"Tidak ada toleransi buat saya, motor itu untuk dua orang. Meskipun anak kecil, dihitung dengan orang tua jadi 2,5 tetap tidak boleh," tambahnya.

Menurutnya, ketika kaki sang anak sudah bisa menginjak footstep motor, barulah boleh untuk berboncengan menggunakan motor.

Sumber : Liputan6.com

SUDAH BACA INI BELUM?

(kpl/tys)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami