Memastikan Konsentrasi Terjaga Saat Mudik

Musim mudik sebentar lagi, supaya konsentrasi terjaga dan meminimalisir hal yang tak diinginkan simak beberapa poin berikut!

Senin, 05 Juni 2017 09:15
Berkendara bersama (foto ilustrasi: Daihatsu)
Editor : Fajar Ardiansyah
Reporter : Nazarrudin Ray

Otosia.com - Tak lama lagi kita memasuki masa mudik. Salah satu pilihan transportasi adalah menggunakan kendaraan sendiri. Plusnya, kita dapat mengatur sendiri kapan saja mau beristirahat. Sebelumnya, kita juga tak perlu repot berburu tiket, yang kadang mahal dan langka.

Minusnya, kita akan menghadapi macet. Rasa bosan, kantuk, dan emosi dapat menjadi ancaman konsentrasi. Saat lalu lintas lancar pun bukan tanpa masalah. Kita mudah tergoda untuk selalu menggeber kendaraan karena sudah kesal saat macet. Saat itu, kita suka lupa bahwa 'lawan-lawan balapan' kita tak sedikit yang berada dalam tingkat konsentrasi rendah akibat kelelahan atau emosi di jalan.

Otosia tentu tak ingin Anda mengalami hal yang tak enak. Jadi, tak ada salahnya otosia mengingatkan Anda hal-hal berikut ini.

a. Senangkan hati.Arus mudik di jalan raya 'menjanjikan' tantangan kesabaran yang beraneka ragam. Selain berdoa agar diberi kesabaran dan keselamatan, sebaiknya Anda senangkan hati sebelum mulai berkendara. Hati yang senang dapat meningkatkan kadar kesabaran. Emosi mudah diredam, bahkan Anda bisa tak sempat emosi saat tampak ada yang 'ngawur' di jalan.

b. Peregangan. Kadang kita mengenalnya dengan sebutan 'streetching'. Peregangan atau pelenturan berguna untuk membantu kelancaran peredaran darah. Kita tahu, konsentrasi membutuhkan udara yang cukup di otak dan pasokan udara ke otak dialirkan lewat darah. Pelenturan juga berguna untuk merelaksasi otot-otot. Anda jadi lebih santai dan tak mudah lelah. Lakukan pelenturan sebelum memulai perjalanan. Lakukan juga beberapa kali di perjalanan saat menepi.

c. Jauhi masalah. "Jangan jadi jagoan, jangan cari masalah." Mungkin kita keberatan dengan peringatan ini. "Siapa juga yang mau cari masalah?" Namun, kita suka tanpa sadar bersikap seperti itu saat berkendara. Anda memang tak mungkin berniat mencari masalah. Namun, ketika di jalan bertemu pengendaran yang rasanya mencari masalah dengan Anda, sebaiknya abaikan saja. Kalah atau menang, konsentrasi berkendara Anda akan menurun setelahnya. Kita tentu ingat, ego adalah musuh utama bersama di jalan raya.

d. Ingat tujuan mudik. Tantangan berkendara jarak jauh itu seperti tantangan hidup. Banyaknya masalah dan godaan sering membuat kita lupa tujuan hakiki hidup. Tampaknya, tak sedikit pemudik yang lupa tujuannya. Banyaknya masalah dan godaan emosi acap kali membuat kita lupa. Kita malah jadi meladeni keinginan emosi di jalan. Jadi, tolong cari aman saja, demi keluarga. Kita mau bersilaturahmi, bukan mau jadi juara jalanan. Keluarga di kampung halaman

Sesekali, tengoklah semua anggota keluarga di dalam kendaraan. Jika menengok lucunya si kecil sedang tidur, Anda akan lebih ingat untuk menjaga karakter berkendara yang aman.

BERITA YANG LAINNYA DI OTOSIA

(kpl/nz/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami