Mau Mudik? Cek Hal-hal ini pada Busi

Mempersiapkan mobil yang akan dipakai mudik sangat penting. Salah satu persiapan yang harus dilakukan adalah pengecekan pada bagian komponen mobil, salah satunya busi.

Senin, 21 Mei 2018 18:15
Foto by Nazar Ray
Editor : Dini Arining Tyas
Reporter : Nazzarudin Ray

Otosia.com - Servis atau tune up merupakan kegiatan rutin yang wajib dilakukan pemilik kendaraan, apalagi akan digunakan untuk perjalan jauh, mudik ke kampung halaman misalnya. Sampai saat ini mobil pribadi menjadi alat tranportasi favorit untuk mudik, karena dinilai nyaman dan fleksibel.

Untuk itu menjaga kondisi mobil dalam keadaan baik sebelum mudik, melakukan pengecekan komponen kendaraan tidak boleh dilewatkan. Salah satunya adalah mengecek busi. Komponen pemercik api ini menjadi salah satu indikator atau informasi kepada pemiliknya.

Merawat busi tidak perlu menunggu sampai mati. Sebab sebelum busi mati banyak gejala yang dapat dirasakan pada saat berkendara

Menurut Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia, ketika mobil mau dibawa pulang kampung, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada busi. Pertama adalah gejala busi yang sudah mengalami keausan pada elektrodanya

"Diantara gejala yang paling mudah adalah susah start. Apabila mobil kita susah melakukan start pada kondisi mesin sudah panas maupun dingin maka tidak ada salahnya kita perhatikan kondisi busi mobil yang akan kita gunakan untuk mudik," ujarnya.

Selanjutnya menurut Diko adalah mengecek tingkat kerusakan busi. Elektroda busi adalah suatu bagian yang akan cepat terkikis dan mengalami keausan pada permukaannya karena bagian tersebut tempat terjadinya api pada ruang bakar. Apabila elektroda sudah mengalami keausan maka busi perlu diganti.

Hal berikutnya yang harus dilakukan adalah membersihkan busi jika kondisi elektroda masih bagus.

"Bentuk yang masih kotak, tanpa ada bulatan. Ini adalah tanda bahwa elektroda busi belum mengalami keausan. Biasanya aliran listrik masih sangat baik dan penumpukan karbon tidak terlalu banyak," beber Diko.

Namun jika elektroda terdapat pengendapan karbon atau kotoran, cukup menyemprot dengan cairan pembersih pada bagian elektroda. Yang perlu diingat, cairan yang digunakan haruslah bersifat Non-Metal seperti brake cleaner.

"Supaya mudik perjalanannya aman dan nyaman, kita anjurkan busi diganti terlebih dulu setelah dilakukan servis rutin. Sesuaikan dengan kilometer penggantian busi, antara 15.000 km sampai 20.000 km. Ini adalah jarak ideal untuk kita mengganti busi agar mudik kita lebih aman dan nyaman," imbuh Diko.

Seandainya otolovers punya budget lebih, bisa mengganti busi standar dengan busi yang memiliki fitur anti kerak dan memiliki durabilitas penggantian busi yang lebih baik dari tipe standar nikel. Seperti milik NGK Platinum GPower ataupun Iridium IX misalnya.

SUDAH BACA INI BELUM?

(kpl/nzr/tys)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami