Masa Depan MotoGP Mandalika, Ali Adrian: Cuma untuk MotoGP atau Bangun Industri Balap Indonesia?

Indonesia tengah bersiap untuk menjadi tuan rumah balapan motor paling bergengsi di dunia, MotoGP 2021. Gelaran kelas internasional itu akan dilangsungkan di sirkuit Mandalika, NTB.

Minggu, 04 Oktober 2020 18:15
Masa Depan MotoGP Mandalika, Ali Adrian: Cuma untuk MotoGP atau Bangun Industri Balap Indonesia? Proyek Sirkuit Mandalika (Liputan6.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Indonesia terus kebut pembangunan Sirkuit Mandalika, di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sirkuit ini disiapkan untuk ajang balap MotoGP musim 2021.

Pembangungan sirkuit ini cukup menjadi sorotan berbagai pihak. Lihat saja, mulai dari warga lokal yang masih dikabarkan terus bermasalah soal lahan yang terimbas pembangunan hingga fungsi dasar dari sirkuit yang dibangun sebagai street circuit.

Terkait MotoGP Mandalika itu, pembalap asal Indonesia yang berkompetisi di Asia Roadracing Superbike 1000, Ali Adrian juga memiliki pendapat tersendiri. Kepada Otosia.com, Ali Adrian sempat mempertanyakan apakah sirkuit tersebut hanya untuk bisnis atau memang untuk memajukan industri balap Indonesia.

"Ini menurut saya, MotoGP itu ada Dorna ada IRTA yang mana mereka itu pure bisnis. Istilahnya di manapun ada gula, mereka akan samperin. Nah, tujuan pemerintah membangun sirkuit ini memang untuk mendatangkan MotoGP saja atau memang membangun industri balap motor Indonesia?" kata juara Andalucia Championship 2014 itu melalui program OTO Talks!

 

1 dari 4 Halaman

Menurut Ali, sejak awal harus sudah dipahami jika baik Dorna sebagai pelaksana balap MotoGP dan IRTA adalah murni bisnis. Sehingga, jika pemerintah sebagai decision maker ingin membangn industri balap motor di Indonesia, maka harus menyiapkan sirkuit yang kapabel.

"Menurut saya, kita harus siapkan sirkuit yang memang capable untuk latihan pembalap indonesia, misalnya untuk altihan setiap hari. Saya waktu tinggal di Almeria (Spanyol, red) latihan setiap hari, 3 jam sehari. Everyday. Saya dengar konsep sirkuit Mandalika street circuit, yang dibuka kalau ada balapan dan ditutup kalau tidak ada, itu bagaimana latihannya," lanjut Ali yang menjuarai balap Spanyol Championship tahun 2016.

Indonesia yang terbilang tertinggal jauh dari negara lain itu, menurut Ali perlu 'berlari' lebih kencang jika ingin berada di level yang sama. Maka itu latihan perlu lebih keras jika ingin industri balap Indonesia ikut maju.

"Dengan membangun street circuit Mandlika, apakah untuk tepukin orang lain atau industri balap Indonesia. Ini menurut saya pemerintah atau developer harus memikirkan hal ini," kata Ali.

2 dari 4 Halaman

Di sisi industri kemungkinan menurut Ali masih representable. Sebab, dengan adanya sirkuit internasional Mandalika itu, pabrikan-pabrikan otomotif raksasa memang bisa presentasi produk mereka di sana. Sayangnya itu belum tentu membuat pembalap Indoensia ikut lebih maju.

"Keuntungan belakang, at the end, kalo pembalap maju, kita bisa menghasilkan income dari situ. Pembalap bisa ke mana-mana bawa nama Indonesia," bebernya.

Di lain sisi, Ali juga menilai pemerintah yang paling diuntungkan dalam hal ini, dengan adanya sirkuit Mandalika. Dia berharap bukan hanya soal bisnis, tapi pemerintah juga harus memikirkan nasib pembalap Indonesia.

Pemerintah setidaknya harus bisa melihat bahwa industri balap adalah industri yang besar. Konsen untuk memajukan industri balap Tanah Air bisa dilakukan dengan membuat pusat balap di Mandalika.

"Mandalika bisa jadi pusat, terus pembalap-pembalap bisa dikirim ke luar.," ungkapnya.

3 dari 4 Halaman

Dengan mengelola potensi generasi muda di Indonesia, bukan tak mungkin Indonesia bisa memiliki pembalap sekaliber Valentino Rossi dan Marc Marquez. Hanya saja dibutuhkan sarana dan 'jembatan' untuk bisa sampai di sana.

"Anak-anak yang balap di jalan raya itu enggak sepenuhnya salah, mereka hanya butuh sarana, bukan malah ditangkap. Tapi, meskipun begitu bukan berarti mereka yang kebut-kebutan di jalan itu bisa dibenarkan. Karena di jalan bukan cuma ada dia aja, bisa membahayakan orang lain. Nah kalau sudah di sirkuit, mau kecepatan berapapun silahkan asalkan safety," beber pembalap kelahiran 1993.

Ali pun menilai orang-orang Indonesia tak kalah dengan pembalap dunia dengan nama besar saat ini. Ambil contih termudah adalah dari sisi teknisi yang menurut Ali bisa membuat orang luar heran.

"Teknisi aja lihat, mesin bebek aja bisa dibikin sengebut itu. Kalau ada yang nonton di sini, atau ada teman di pemerintahan, tolong MotoGP Mandalika itu untuk memajukan industri balap Indonesia, bukan untuk komersil dan pure bisnis," katanya.

4 dari 4 Halaman

 

OTO Talks! Masa Depan MotoGP Mandalika

 

 

 

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami