Lorenzo, Gairah Baru di Kerajaan Baru

Musim depan seperti jadi 'penyegaran' buat Lorenzo, dengan tim baru dan semangat baru Lorenzo siap bawa Ducati berkiprah di MotoGP tahun 2017.

Jum'at, 03 Februari 2017 12:30
Jorge Lorenzo (foto: Otosia)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Jurnalis yang menghadiri media briefing bersama Jorge Lorenzo tahun lalu pasti bisa melihat perbedaan tegas ekspresinya pada media briefing kali ini. Pada acara jumpa dengan jurnalis tahun lalu, meski tentu tetap santun, ia tampak tampil datar saja. Menjawab pertanyaan, Lorenzo seperti irit bicara.

Kali ini, perbedaan itu sudah tampak jelas bahkan sebelum ia bicara di podium media briefing di Exodus Club Dining Lounge, Jakarta, Kamis (2/2) lalu. Senyum merekahnya bisa langsung terlihat jelas. Yang paling tak bisa dibohongi adalah matanya yang tampak lebih berbinar. Jadi lebih terkonfirmasi lewat gairahnya ketika menjawab pertanyaan para wartawan.

Pembalap tampan ini memang mengaku sangat suka Indonesia, baik alamnya maupun kulinernya. Ia mengaku tak pernah merasa kesepian kala menjejakkan kakinya di negeri ini karena tahu punya penggemar yang loyal di sini. Meski sudah berpindah tim, Lorenzo tidak kekurangan penggemarnya. Namun, tampaknya bukan itu hal utama yang membuatnya kali ini tampak lebih bergairah dibanding tahun lalu.

Jika ingin mereka-reka, kita patut menduga bahwa juara dunia tiga kali ini lebih bergairah karena kini punya kerajaan baru bernama Ducati MotoGP 2017 team. Tim MotoGP ini menjadi kerajaan yang menempatkannya sebagai raja, bukan 'hanya' menteri seperti ketika masih di Tim Yamaha. Dengan kata lain, ia bisa merdeka dari kekangan bayang-bayang kedigdayaan Valentino Rossi. Mungkin penting juga baginya untuk lepas dari potensi tuduhan "memberi jalan tol juara buat pembalap tim lawan" oleh mantan rekan setimnya itu seperti terjadi pada musim lalu.

Seberapa yakin penyuka nasi goreng Indonesia ini dapat merajai MotoGP musim 2017? "Saya sudah tak sabar ingin berlaga dengan menunggang motor Ducati Desmosedici baru saya. Bisa jadi ini sepeda motor terkuat di MotoGP saat ini," cetus Lorenzo.

Semakin yakin bersama Shell

Lorenzo juga menyebut alasan penopang keyakinannya, yakni aspek pelancar kinerja gerak mesin, pelumas. "Saya yakin, kerja sama teknis yang telah berlangsung lama dengan Shell telah membantu memberikan manfaat bagi peningkatan performa mesin Ducati. Ini menjadi salah satu faktor utama daya saing Tim Ducati di MotoGP 2017," bebernya.

Sebutan brand itu mungkin memang bukan sekadar formalitas. Penikmat Pulau Bali ini tahu betul bahwa 18 musim balap kerja sama teknis Ducati dengan Shell menjadi sebab yang tak bisa disanggah untuk improvement kualitas yang bukan saja lebih maksimal, melainkan juga lebih tepat dengan kebutuhan motor Ducati.

Paolo Ciabatti, Ducati Corse Sporting Director, mengonfirmasi soal ini. "Kami jadi dapat memformulasi pelumas Shell Advance dan bahan bakar Shell V-Power yang tepat untuk motor," katanya.

"Berkat kerja sama dengan Shell, kami mampu memformulasi pelumas dan bahan bakar untuk kebutuhan khusus motor balap kami," jelasnya kepada otosia.com. Shell memang sudah lama menjalin kerja sama teknis dengan Ducati sejak tahun 1999 ketika Shell mendukung Ducati dalam Kejuaraan Dunia Superbike.

Sederet gelar telah bertengger di lemari piala mereka. Sejak 2003, Shell dan Ducati telah bersama di MotoGP dan berbagi podium pada debut tim dan memenangi gelar kejuaraan Riders, Team dan Constructors pada 2007. Keduanya menghasilkan enam gelar "Riders" dan sembilan gelar "Manufactur" di Superbike dan 33 kali menang ditambah satu gelar "Rider" dan satu gelar "Constructors" di MotoGP.

Dengan dukungan teknis itu, sudah waktunya mengecek target Lorenzo di MotoGP tahun ini. "Saya sangat bersemangat dan sangat bahagia bergabung dengan tim Ducati. Performa teknis tim akan mengakomodasi tekad dan keinginan saya untuk merebut hasil terbaik," cetusnya menjawab pertanyaan otosia.com.

Pembalap asal Spanyol ini memang baru saja menyelesaikan tes pertamanya di tahun 2017 dengan Ducati Desmosedici di Sirkuit Sepang beberapa hari yang lalu. Tes ini membuatnya bisa melihat sendiri kinerja tim Ducati.

"Mereka sangat kompetitif, berpengalaman, sangat profesional. Kita tahu reputasi mereka. Cekatan menangani masalah dan segalanya," kata Lorenzo tentang performa tim teknisnya.

Karena itu, target pembalap berusia 29 tahun ini cuma satu, "Menjadi juara dunia," tandasnya. Tinggal masalahnya, lanjut Lorenzo, butuh berapa lama atau berapa race dia bisa mengunci posisi juara dunia. "Yang pasti, saya sangat percaya diri," tambahnya.

Dukungan teknis dengan reputasi dan prestasi di atas, ditambah gairah Lorenzo yang makin merekah, tim Ducati Corse tentu akan menjadi pesaing utama di MotoGP 2017. Melihat semangat dan senyum lebarnya, seolah bulan Maret, waktu mulai digelarnya perhelatan jet darat roda tahun ini, jadi terasa terlalu lama buat Lorenzo.

Yang pasti, tanpa bayang-bayang Rossi, ia mungkin jadi bisa lebih bebas untuk lepas dan beringas di aspal. Tidak perlu terlalu diatur-atur lagi untuk kebutuhan strategi pemenangan rekan setim. Ia punya gairah baru di kerajaannya yang baru. So now, we may say, he can win whenever he wants.

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/nzr/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami