Lebaran 2017, Jokowi Siapkan 4 Cara Memanjakan Pemudik

Bagi para pemudik tahun ini, Pemerintah dan Presiden Joko Widodo menyiapkan improvisasi di beberapa fasilitas transportasi.

Jum'at, 19 Mei 2017 14:00
Lebaran 2017, Jokowi Siapkan 4 Cara Memanjakan Pemudik Jokowi (foto: Istimewa)

Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Mei 2017 berjarak kurang lebih satu bulan menuju musim puasa dan mudik, satu lagi kebiasaan masyarakat Indonesia yang tak bisa dihilangkan dan dihentikan setiap tahunnya yakni pulang ke kampung halaman. Masyarakat pasti 'demen' jika waktu mudik telah tiba.

Permasalahannya, sekalipun beberapa tahun belakangan mudik sudah dihiasi dengan beberapa metode seperti mudik gratis, pengurangan biaya dan tarif untuk beberapa moda transportasi serta kemudahan yang lainnya yang bisa dirasakan pemudik, ruang untuk improvisasi tetaplah ada.

Dan tahun ini kembali pemerintah memberikan kemudahan dan beberapa cara supaya pemudik bisa lebih termanjakan dan terlayani dengan baik. 'Pakdhe' Jokowi memaparkannya dalam 4 garis besar metode yang siap diberikan.

Beberapa langkah tersebut dikutip dari Merdeka.com terasa sangat penting dan krusial untuk bisa diaplikasikan dan dijalankan, mengingat kondisi dan jumlah pemudik yang cenderung naik dari tahun ke tahun. Check this list, Otolovers!

1 dari 4 Halaman

Santunan

Santunan

Kecelakaan yang terjadi baik di jalanan maupun kecelakaan yang terjadi di moda transportasi lainnya bertahun-tahun selalu jadi problematika. Utamanya saat para pemudik yang mencoba untuk mengklaim asuransi atau santunan dari pemerintah, tahun ini agaknya pemerintah mulai semakin intensif memperbaiki layanan ini.

Secara singkat, Pemerintah kabarnya menaikkan nominal untuk santunan korban kecelakaan hingga 2 kali lipat. Kabar tersebut didapat dari Sri Mulyani, selaku menkeu saat dikutip Merdeka. Menkeu Sri Mulyani secara khusus meminta PT. Jasa Raharja untuk menebalkan perannya tahun ini.

Besaran santunan dari yang dikutip lewat Merdeka untuk pengguna moda darat, dan laut sebesar Rp 50 juta dari Rp 25 juta untuk meninggal dunia; Rp 50 juta dari Rp 25 juta untuk cacat tetap; Rp 20 juta dari Rp 10 juta untuk biaya perawatan luka-luka; dan biaya penguburan Rp 4 juta dari Rp 2 juta.

manfaat tambahan yang lainya adalah untuk seluruh moda transportasi antara lain pengadaan ambulans yang biayanya mencapai Rp 500.000 dan Rp 1 juta untuk fasilitas P3k-nya.

2 dari 4 Halaman

Jalan Tol

Jalan Tol

Pengadaan jalan tol di beberapa tempat kabarnya sudah sempurna namun masih dipersiapkan lebih jauh lagi supaya meminimalisir kendala tersebut. Seperti Tol Kertosono yang baru bisa dipergunakan pada tahun 2018 nanti.

Beberapa jalan tol sebetulnya belum sempurna namun sudah boleh dipergunakan, seperti yang ada di Solo hingga Ngawi. "Lebaran nanti kita buka dari Kartasura hingga Bengawan Solo sampai Ngawi harus bisa tembus. Kita akan koordinasi dengan polisi lalu lintas, karena memang ada beberapa daerah yang belum bisa dibuka," ujar Agung Sutarjo, Kepala Satker Pembangunan Jalan Tol Solo-Kertosono Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Seluruh pintu dari tol yang mencakup Kartasura, Klodran, Kebakkramat dan Widodaren akan semuanya dibuka mengingat jalur ini dilewati oleh banyak pengendara sekaligus jadi track yang cukup krusial untuk menjembatani Jawa Timur hingga Jawa Barat.

3 dari 4 Halaman

Aplikasi

Aplikasi

Para pengguna smartphone yang melakukan mudik pada Lebaran tahun ini juga dimudahkan dengan beberapa aplikasi yang membantu mereka. Aplikasi yang dirilis Pemerintah nanti akan dirilis 31 Mei namun belum ada nama yang pasti untuk aplikasi yang satu ini.

"Nanti tanggal 31 Mei. Saat itu akan ditunjukkan aplikasi bagi para pemudik," ujar Rudiantara selaku Menkominfo saat ditemui oleh Merdeka.

Bagusnya adalah aplikasi ini akan secara advance menunjukkan tak cuma maps, namun dengan tempat pengisian bahan bakar, cuaca, rest area dan sebagainya.

4 dari 4 Halaman

Jam Operasional

Jam Operasional

Jam operasional dikhususkan bagi bandara, kemungkinan untuk menampung banyaknya pemudik yang memanfaatkan moda transportasi udara tahun 2017 ini. Menurut Kementrian Perhubungan, penambahan jam operasional akan menekan kemungkinan delay.

"Kami sudah punya kebijakan bandara destinasi memperpanjang operasi, kalau biasanya jam 5 pagi dimajukan jadi jam 4. Biasanya tutup jam 19.00 ini jadi jam 24.00," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso.

Jam operasional kantor dan bandara yang biasanya berakhir pada pukul 9 malam akan ditambah hingga pukul 12 malam. Sementara jam buka dari bandara akan dimajukan dari jam 5 pagi menjadi jam 4 pagi.

(kpl/fjr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami