Komplotan Curanmor Pemalsu STNK Terciduk, Dibantu Oknum Pegawai Pengadilan

Polda Jabar bekuk komplotan pencurian kendaraan bermotor sekaligus pemalsuan STNK. Dalam aksinya, komplotan tersebut dibantu oleh oknum pegawai Pengadilan Bale Bandung.

Senin, 11 November 2019 17:15
Komplotan Curanmor Pemalsu STNK Terciduk, Dibantu Oknum Pegawai Pengadilan Ilustrasi curanmor (merdeka.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Sebanyak 11 orang komplotan pencurian mobil dibekuk Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar. Kapolda Jabar, Irjen Rudy Sufahriadi menerangkan, komplotan ini juga melakukanpemalsuan STNK.

"Tersangka membuka pintu kendaraan menggunakan kunci palsu, selanjutnya mengganti socket kontak. Ada 43 kendaraan mobil berbagai jenis hasil pencurian pelaku yang kami amankan," terangnya, Senin (11/11/2019) disitat dari laman NTMC Polri.

Sementara itu, untuk memalsukan STNK, para pelaku mengaburkan status kepemilikan kendaraan hasil sebelum dijual. Caranya, tersangka menghapus data kendaraan yang tercantum di STNK asli menggunakan amplas.

"Selanjutnya, tersangka memberi warna menggunakan pensil warna supaya menyerupai aslinya,". lanjut Rudy.

1 dari 3 Halaman

Membuat Surat Penitipan Palsu

Membuat Surat Penitipan Palsu

Rupanya, saat beraksi para pelaku juga berkomplot dengan dua oknum pegawai Pengadilan Bale Bandung, pada bagian administrasi. Direktur Reskrimum Polda Jabar, Kombes Samudi menjelaskan, mereka bekerja sama untuk pembuatan surat penitipan perawatan barang bukti. Sehingga, seolah-olah kendaraan tersebut dalam proses peradilan.

"Ternyata setelah dicek, surat tersebut dibuat oleh oknum. Surat tersebut resmi, namun tidak tercatat administrasi pengadilan. Kami masih mengembangkan apakah oknum ini bekerja sendiri atau ada jaringan dan ini tidak hanya di Bandung," jelas Samudi.

Para tersangka dijerat dengan pasal yang berbeda. Enam pelaku pencurian dijerat dengan Pasal 363 KUHP, ancaman hukuman 7 hingga 9 tahun penjara. Sementara tiga pemalsuan STNK dan dua tersangka oknum pegawai pengadilan pemalsu surat penitipan barang bukti, dijerat pasal 263 KUHP dengan ancaman penjara 6 tahun.

 

2 dari 3 Halaman

Bedakan BPKB Asli atau Palsu

Bedakan BPKB Asli atau Palsu

Kendaraan bermotor seperti sudah menjadi keperluan utama bagi masyarakat saat ini. Bahkan, tidak sedikit keluarga yang memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu. Pembelian kendaraan bermotor pun bisa dilakukan melalui berbagai cara.

Bisa membeli kendaraan yang baru, bekas, tunai atau kredit. Tapi yang perlu dipahami adalah ketika membeli kendaraan bermotor seken. Selain kondisi fisik dan jeroannya yang harus dicek secara teliti, surat-suratnya pun demikian.

Jangan sampai tertipu membeli kendaraan bermotor dengan harga menggiurkan tetapi surat-suratnya palsu. Bisa panjang urusannya. Menurut TMC Polda Metro Jaya, yang dilansir dari laman Federal Oil, ada lima ciri BPKB atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor asli.

3 dari 3 Halaman

Ciri BPKB Asli dan Palsu

Ciri BPKB Asli dan Palsu

Pertama, cover BPKB asli lebih mengkilap dibandingkan BPKB palsu. Kedua, hologram pada BPKB asli tidak berubah dan tetap berwarna silver jika terkena sorotan sinar. Sedangkan hologram BPKB palsu akan berubah warna menjadi kuning atau memancarkan warna kuning.

Ketiga, ada nomor pada bagian bawah hologram yang berfungsi mengkategorikan pemilik kendaraan berdasarkan domisilinya. Sejumlah nomor tidak akan terbaca karena bersifat rahasia yang dimiliki oleh Korlantas Polri.

Keempat, adanya identitas pemilik. Pada BPKB Palsu biasanya akan terlihat seperti sudah dicetak ulang setelah sebelumnya dihapus. Kelima, pada halaman ke-14, logo Korlantas akan muncul jika disinari ultraviolet. Selain itu, kertasnya juga bertekstur kasar mengikuti pola yang ada pada logo.

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami