Kisah Misteri Penyeberang Jalan Separuh Badan di Perbatasan Jakarta Utara

Jalur tengkorak Cakung-Cilincing menyisakan banyak cerita misteri terkait banyaknya kecelakaan maut di daerah itu. Pengalaman menyeramkan diceritakan salah satu sopir truk.

Senin, 02 Agustus 2021 09:15
Kisah Misteri Penyeberang Jalan Separuh Badan di Perbatasan Jakarta Utara Ilustrasi hantu di jalan raya (ghostwalkbrighton.co.uk)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Jakarta sebagai tempat dengan berbagai macam aktivitas menyisakan kondisi tersendiri di setiap bagian wilayah-wilayahnya. Banyak kisah yang bisa dibilang urban legend beredar di tengah masyarakat.

Salah satunya kejadian-kejadian seputar kecelakaan yang mengenaskan di wilayah sibuk Jakarta Utara dan Jakarta Timur Cakung-Cilincing (Cacing).

Lebih tepatnya, di wilayah ini terdapat ruas jalan yang disebut sebagai Jalur Tengkorak.

1 dari 5 Halaman

Pengendara sepeda motor terlindas truk adalah salah satu hal yang kerap berulang terjadi di jalur sepanjang 20 km tersebut.

"Biasanya macet motong jalan lewat BKT nanti keluar arah sana," ujar salah satu sopir angkutan barang dan truk yang akrab disapa Gogom (49).

2 dari 5 Halaman

Dirinya mengiyakan kejadian-kejadian mengenaskan di Jalur Tengkorak lantaran pertemuan kontras antara truk yang berukuran puluhan meter dan berat belasan hingga puluhan ton dengan sepeda motor yang pergerakannya kadang tidak tertebak.

Pria bertubuh gempal ini punya cerita unik saat menjalankan truknya di jalur itu. Ia melihat "sesuatu" seperti orang yang menyebrang jalan.

"Waktu itu maghrib. Pas nyetir saya lihat ada yang nyeberang jalan," ujarnya.

3 dari 5 Halaman

Dengan pencahayaan sekitar yang mulai redup seiring tenggelamnya matahari, ia tidak terlalu memperhatikan penyeberang jalan tersebut.

Namun ia baru sadar ada yang berbeda dari "orang" ini. Gogom menceritakan bahwa gambaran berbeda itu terlalu cepat.

"Kok kayaknya yang nyeberang ini badannya enggak utuh yah, separuh," pikir dia waktu itu. 

4 dari 5 Halaman

Karena sekadar melambatkan laju tapi tetap sambil berjalan, maka kejadian itu berlalu. Ketika tersadar akan kondisi "orang" tadi, Gomgom segera menoleh ke spion.

"Perasaan baru nyeberang. Tapi pas lihat spion, udah enggak ada," kata bapak tiga anak ini. Dia pun kemudian teringat jalan yang ia lalui adalah jalur maut yang kerap terjadi kecelakaan. Bahkan beberapa kali ia melihat kasus kecelakaan selama puluhan tahun menjadi sopir.

5 dari 5 Halaman

Padatnya jalur, debu yang menghalangi pandangan pengendara dan pengemudi truk akibat kerap rusaknya jalan dengan lubang-lubang besar siap merusak ban menjadi sesuatu yang melatarbelakangi aneka kecelakaan di wilayah tersebut.

Kejadian gaib semacam tadi pun menyertainya sebagai cerita. Namun bagi Gogom bagaimanapun yang penting adalah berdoa sebelum memulai segala sesuatunya. Memohon agar kita dilindungi dalam setiap aktivitas, termasuk saat berkendara.

(kpl/nzr)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami