Kisah di Balik 'Rumah Paku' yang Berada di Tengah Jalan Tol

Di China, ada sebuah rumah yang dijuluki sebagai rumah paku. Bukan karena menyimpan banyak paku, tapi lantaran rumah itu berdiri di tengah jalan tol.

Rabu, 12 Agustus 2020 13:15
Kisah di Balik 'Rumah Paku' yang Berada di Tengah Jalan Tol Rumah Paku (Odditycentral.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Rumah yang memakan hampir setengah badan jalan di Tangerang beberapa waktu lalu menjadi sorotan. Tampaknya itu belum seberapa. Lantaran di China ada rumah yang berdiri di tengah jalan.

Rumah di sebuah kota di China itu benar-benar berada di tengah jalan. Dilansir dari Liputan6.com, rupanya hal itu lantaran si pemilik tak mau pindah saat jalan hendak dibangun.

Alkisah, sang pemilik merasa pihak jalan tol tidak dapat memberikan opsi terbaik agar dia bisa pindah. Alhasil si empunya bangunan menolak untuk menjualnya kepada pemerintah selama satu dekade.

 

1 dari 3 Halaman

Rumah di tengah jalan itu salah satu bangunan yang kerap dijuluki 'rumah paku' di China. Atau 'dingzihu' dalam bahasa Mandarin, di mana pemilik rumah menolak kompensasi dari pengembang atas pembongkarannya.

Rekaman yang dirilis oleh media lokal menunjukkan properti itu terjepit di antara dua sayap Jembatan Haizhuyong yang baru dibuka di kota metropolitan Guangzhou di Provinsi Guangdong, seperti yang dikutip dari Daily Mail, Selasa, (10/8/2020).

Rumah satu lantai itu memiliki bangunan seluas 40 meter persegi (430 kaki persegi) dan terletak di  tengah-tengah jalur lalu lintas empat jalur, menurut stasiun TV Guangdong.

2 dari 3 Halaman

Odditycentral.com

Pemilik rumah, yang dikenal dengan nama marga Liang, mengatakan dia tidak setuju untuk pindah karena pemerintah gagal menawarinya properti pengganti di lokasi yang ideal. Dia mengaku tak masalah menghadapi konsekuensinya, dan tidak keberatan dengan apa yang orang lain pikirkan.

"Anda pikir lingkungan ini tidak layak tinggal, tetapi saya merasa itu tenang, bebas, menyenangkan dan nyaman," katanya.

Menurut pengakuan orang terdekat si pemilik rumah kepada stasiun TV Guangdong, Liang menuntut pemerintah memberikannya empat apartemen, tetapi pemerintah hanya menyetujui dua.

Menurut wawancara lain yang direkam oleh Pear Video, dia mengklaim pemerintah telah menawarkan akomodasi pengganti rumahnya, namun letaknya di sebelah kamar mayat, dan itulah mengapa dia tidak berkenan pindah.

'Rumah paku' telah memicu sensasi internet di China setelah rekaman dan gambarnya muncul di media sosial.

3 dari 3 Halaman

Pemerintah Distrik Haizhu mengatakan pada hari Kamis bahwa para pejabat sejatinya sudah mengalokasikan plot di Jalan Huandao untuk dihancurkan pada tahun 2010 untuk membangun Jembatan Haizhuyong, lapor Guangzhou Daily.

Liang adalah satu-satunya orang dari total 47 rumah tangga dan tujuh perusahaan yang masih tinggal di sana. Yang lainnya telah pindah pada September lalu, kata para pejabat.

Pihak berwenang mengklaim telah menawarkan kepada penduduk banyak kandidat flat serta skema kompensasi tunai, tetapi dia menolak semuanya.

Mereka menambahkan bahwa para insinyur telah mempelajari masalah keselamatan yang relevan sebelum membangun jalan layang. Pemerintah berjanji untuk terus berkomunikasi dengan Liang.

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami