Kiat Sederhana Merawat Bodi Mobil yang Lama Tidak Dipakai

Membersihkan bodi dan kaca mobil meski tidak dipakai tetap dianjurkan, minimal dua hari sekali agar terbebas dari kotoran dan jamur.

Rabu, 17 Juni 2020 15:15
Kiat Sederhana Merawat Bodi Mobil yang Lama Tidak Dipakai Ilustrasi membersihkan bodi mobil (coleofduty.com)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Dalam masa peralihan ke new normal tidak ada salahnya untuk kembali mendandani mobil atau motor Otolovers setelah hampir 3 bulan jarang digunakan.

Bagi sebagian orang, meski mobil tersebut sama sekali tidak digunakan mereka tetap melakukan perawatan berkala, termasuk pada bodi kendaraan.

Tapi ada pemilik kendaraan yang berpendapat bahwa bodi mobilnya tidak perlu dirawat karena selama 3 bulan mobil tidak keluar. Jadi dianggap mobil masih tetap bersih dan tidak kotor.

Bodi mobil tidak perlu dirawat karena tidak dipakai adalah salah. Menurut Marchel, pemilik Callys Car Beauty di bilangan Radio Dalam, kendaraan yang terlihat bersih bukan berarti kendaraan itu bebas dari jamur, baik di bodi maupun kaca.

"Iklim di Indonesia dengan tingkat kelembaban cukup tinggi, dan cuaca yang sering berubah, kayak dari panas ke hujan tiba-tiba, ditambah hembusan partikel debu polusi udara akan menempel pada bodi mobil. Ini yang membuat kondisi cat kendaraan menjadi lebih cepat kusam dan berjamur," terangnya.

1 dari 2 Halaman

Marchel menyarankan agar para pemilik mobil minimal membersihkan bodi kendaraan dua hari sekali dengan menggunakan lap microfiber.

"Kenapa harus lap microfiber? Lap microfiber itu memiliki daya resap yang besar, baik terhadap air maupun kotoran atau debu halus, di mana kotoran atau debu tersebut akan masuk ke dalam lapisan fiber kain dan tidak menyebabkan cat kendaraan tergores ketika kita melakukan pengelapan berulang-ulang," paparnya.

2 dari 2 Halaman

Selain itu lap microfiber berbeda dengan lap sintetis chamois yang cenderung dapat membuat lecet bodi, karena kotoran atau debu akan tetap menempel pada permukaan lap tersebut.

Sementara bagi mobil sudah didetailing atau dicoating, dianjurkan mengindari penggunaan shampo mobil yang ber-PH tinggi. Ketika terkena air hujan atau cipratan kotoran, cukup disiram dengan menggunakan air bersih, lalu dilap microfiber yang bersih.

"Saya tidak menyarankan untuk dicuci menggunakan shampo mobil, apalagi terlalu sering, karena kandungan PH pada shampo mobil biasanya memiliki reaksi yang negatif terhadap bahan dasar poles detailing maupun coating," imbuhnya.

Marchel menjelaskan, ketika bodi sudah di detailing atau coating, akan ada lapisan yang melindungi cat kendaraan tersebut. "Jika ada kotoran yang menempel, itu hanya ada di luar lapisan poles atau coating, jadi cukup gunakan air bersih saja untuk membuang kotoran tersebut,” pungkasnya.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami