Kenapa Pengusaha Masih Butuh Ban Impor?

Gabungan Importir dan Pedagang Ban Indonesia (Gimpabi) menyampaikan keluhan soal pembatasan impor ban.

Rabu, 24 Mei 2017 21:30
Foto: Ecopiatrucktires
Editor : Fitradian Dhimas
Reporter : Dimas Wahyu

Otosia.com - Gabungan Importir dan Pedagang Ban Indonesia (Gimpabi) menyampaikan keluhan soal pembatasan impor ban. Keluhan itu sendiri terjadi semenjak pemerintah menurunkan peraturan pembatasan impor si kulit bundar tersebut.

Peraturan itu sendiri merupakan Permendag No 77/M-DAG/PER/11/2016 yang mulai berlaku 1 Januari 2017.

"Mayoritas ban yang diimpor tidak diproduksi di Indonesia dan digunakan untuk kebutuhan sektor riil. Jika kondisi ini tidak berubah, dampaknya akan sangat berat bagi pelaku usaha," ujar Rudy Josano, Bendahara Gimpabi.

Kenapa pengusaha masih butuh ban impor? Menurut Rudy, sebagian besar ban impor merupakan ban jenis radial, ban pelabuhan, ban pertambangan, dan ban perkebunan diameternya bisa mencapai 2-3 meter (giant tire).

Ban dengan ukuran ini tidak dapat diproduksi didalam negeri. Selain itu, ban tipe radial truck dan radial light truck memiliki keunggulan dibandingkan ban bias yang diproduksi oleh produsen ban di Indonesia.

Keunggulan ban radial antara lain memiliki tingkat keselamatan tertinggi (safety), punya usia pakai yang lebih lama atau tahan lama, mampu menghemat bahan bakar serta menghemat biaya perawatan.

Bagi para pengguna, keunggulan ban radial tersebut akan sangat menguntungkan untuk menekan biaya operasional dalam kegiatan bisnisnya.

Di luar itu, ban impor punya efek berganda (multiplier effect) dalam hal bisnis ban impor itu sendiri. Selain menyerap puluhan ribu tenaga kerja, sektor usaha yang masih tergantung dengan ban impor juga memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/why/fdk)
TAGS :
Ragam,   Ban,   Truk
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami