Kenapa BMW Tidak Ikut Jual Mobil Laris MPV?

BMW sebagai brand yang tidak asing di Indonesia memiliki sejumlah line-up. Salah satu penilaian tidak asing di mata publik Indonesia adalah karena nama ini sudah lama bercokol di dalam negeri. Tapi jenis MPV, BMW belum

Selasa, 28 Mei 2013 11:45
Ilustrasi SAV BMW X3 (by Nazar Ray)
Editor : Alvin

Otosia.com - BMW sebagai brand yang tidak asing di Indonesia memiliki sejumlah line-up. Salah satu penilaian tidak asing di mata publik Indonesia adalah karena nama ini sudah lama bercokol di dalam negeri. Namun di tengah berbagai tren yang berjalan, BMW justru tidak ikut menjual mobil keluarga atau MPV, yang disebut-sebut sebagai jenis mobil laris di Indonesia.

Padahal, sebagai gambaran, Mercedes-Benz sebagai saingan di kelasnya punya jajaran produk yang lebih luas, termasuk pilihan mobil penumpang atau MPV. Salah satu contohnya dengan memasarkan Mercedes-Benz B-Class yang dibanderol pada angka Rp 439 juta (belum termasuk pajak/off-the road).

"MPV kita enggak punya, tapi kita punya hot hatch yang untuk anak muda. Karena MPV itu tidak memenuhi aspirasi BMW. Karena mobil itu kita itu mengutamakan driving pleasure. Jadi (kenapa tidak ingin MPV) karena apa pun yang tidak mengedepankan kenikmatan berkendara, itu bukan BMW," ungkap Helena Abidin, Marketing Director BMW Group Indonesia.

BMW memang menjaga image-nya di mata publik dalam hal ini. Lebih jauh, mereka menyebutnya sebagai filosofi atau pegangan dalam menentukan kesan itu sendiri. "Jadi kita memang filosofi dalam mengembangkan produk harus kenikmatan pengemudi, bukan untuk angkut barang, atau angkut orang," tambah Helena Abidin.

Sebagai gambaran, penjualan MPV hingga Maret lalu masih menjadi yang terlaris di Tanah Air. Daihatsu sendiri masih di posisi kedua setelah Toyota untuk pasar MPV. Toyota Avanza terjual 14.333 unit, sementara Daihatsu Xenia sudah 7.141 unit.

Angka-angka yang bagus juga dituai oleh saingan-saingan mereka, seperti juga Suzuki lewat Ertiga dan Nissan lewat Livina dan Evalia. Daihatsu dalam studinya melihat bahwa sejak lama orang Indonesia memang memiliki alasan-alasan tersendiri dalam memilih mobil. Daihatsu pun melihat kesesuaiannya dengan kultur.

"Mereka orang Indonesia karena makhluk sosial dan sangat-sangat suka bergaul. Membeli mobil sesuai kulturnya, mangan ora mangan asal ngumpul. Pakai sehari-sehari sendiri, kalau akhir pekan maunya keluar bawa keluarga, bawa pembantu, bawa kakek-nenek, makanya maunya yang 7-seater," ujar Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, dalam kesempatan berbeda.

(kpl/nzr/vin)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami