Kakorlantas Polri Ralat Pernyataan Diperbolehkannya Mudik Lebih Awal

Berjanji tak melakukan penyekatan pemudik sebelum 6 Mei, Kakorlantas Polri ralat pernyataannya

Jum'at, 16 April 2021 14:50
Kakorlantas Polri Ralat Pernyataan Diperbolehkannya Mudik Lebih Awal Kakorlantas Polri Irjen Istiono. ©2019 Merdeka.com

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono membolehkan masyarakat untuk melakukan mudik lebih awal. Namun, kini pernyataan itu diluruskan. Ia tidak merekomendasikan masyarakat mudik sebelum tanggal 6 Mei 2021.

"Pada hakikatnya sebelum tanggal 6 (Mei) tidak direkomendasikan untuk mudik mendahului," ucap Irjen Istiono kepada wartawan, Jumat, 16 April.

1 dari 4 Halaman

Dia menyampaikan alasan direkomendasikan mudik bagi masyarakat walau sebelum diberlakukan, karena semua daerah sudah mengantisipasi datangnya para pemudik. Hal ini pun sesuai dengan arah pemerintah.

Apabila jika masih ada masyarakat yang nekat pulang kampung saat lebaran Idulfitri 2021, lanjut dia, bakal menjalani karantina agar mencegah penyebaran Covid-19.

"Karena wilayah tujuan mudik menyiapkan karantina selama 5 hari sesuai Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 Satgas Covid-19," kata dia.

2 dari 4 Halaman

Keterangan ini ditunjukan, untuk luruskan pernyataan sebelumnya yang menyatakan polisi tak menghalangi warga yang ingin mudik Lebaran 2021 asalkan sebelum tanggal 6 Mei, atau penetapan larangan mudik berlaku.

"Bagaimana adanya mudik awal, sebelum tanggal 6, ya silakan saja. Kita perlancar," ujar Kakorlantas Polri Irjen Istiono melalui keterangan tertulis, Kamis (15/4).

3 dari 4 Halaman

Istiono menambahkan, saat ini memang sudah ada gelar operasi oleh polisi di lapangan. Namun, operasi tersebut bukan untuk melarang para pemudik untuk pulang kampung.

Sebaliknya, para anggota Polri di lapangan dengan humanis akan memberikan peringatan berkemudi aman, menjaga protokol kesehatan, dan peringatan terkait aturan 6-17 Mei 2021 akan diberlakukan.

"Saya sampaikan bahwa sebelum tanggal 6 Mei ini kita sudah lakukan Operasi Keselamatan. Operasi Keselamatan ini bertujuan untuk mengingatkan, sosialisasi supaya tidak mudik di tanggal pelarangan," jelas jenderal bintang dua ini.

4 dari 4 Halaman

Istiono pun merinci kurang lebih ada 333 titik penyekatan saat jadwal pelarangan mudik. Titik penyekatan tersebut tersebar dari Lampung hingga Bali, termasuk jalur tikus dan alternatif.

"Selama masa tersebut kepolisian bakal memutarbalikkan kendaraan yang mencoba melintas di posko penyekatan yang sudah disiapkan. Tujuannya, agar tidak ada masyarakat yang lolos dan melakukan mudik selama masa pandemi virus corona (Covid-19)," dia menandasi.

Penulis: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami