Jurus Ampuh Bikin Ban Mobil Niaga Lebih Awet

Lantaran digunakan untuk mobilitas tinggi, ban kendaraan memerlukan perawatan ekstra karena terkait keselamatan, keiritan BBM dan biaya operasional.

Rabu, 07 April 2021 11:15
Jurus Ampuh Bikin Ban Mobil Niaga Lebih Awet Ilustrasi ban kendaraan niaga (Istimewa)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Ban merupakan salah satu komponen dalam kendaraan yang sangat penting. Selain terkait erat dengan kenyamanan dan keselamatan berkendara, ban juga berbanding lurus dengan tingkat konsumsi bahan bakar.

Apalagi jika ban digunakan untuk mobilitas yang tinggi, seperti pada kendaraan niaga angkutan barang maupun penumpang dalam jumlah besar.

"Pemilihan ban yang sesuai dengan kebutuhan operasional, didukung pemakaian serta perawatan yang baik akan memaksimalkan kinerja ban, sehingga dapat membantu menekan biaya operasional," buka Indonesia Ahmad Juweni, National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia.

 

1 dari 5 Halaman

Perawatan ban menekan biaya operasional perusahaan otobus (Istimewa)

Menurut Ahmad, salah satu jurus keawetan ban dan keselamatan berkendara adalah dengan menjaga tekanan angin. Ban yang kekurangan tekanan angin atau under inflation dapat menyebabkan aus yang tidak merata, kerusakan separation (kembung), boros bahan bakar, hingga ban pecah.

Sebaliknya, ban yang mengalami kelebihan tekanan angin dapat mengurangi traksi, aus yang tidak wajar pada bagian tengah telapak ban, serta rawan terhadap pecah karena benturan.

Setiap ban memiliki standar maksimal tekanan angin yang perlu diisi, begitu juga standar maksimal beban yang mampu ditopang. Sebaiknya, pengendara menggunakan ban sesuai dengan standar-standar tersebut agar ban bisa berfungsi optimal dan menghindari risiko kecelakaan.

 

2 dari 5 Halaman

Namun kenyataannya, sebagian besar kendaraan mengangkut beban yang melebihi standar. Jika sewaktu-waktu pengemudi atau pengusaha dihadapkan pada situasi ini, maka sebagai antisipasi sementara, tekanan angin harus ditambah dan kecepatan kendaraan harus dikurangi.

"Memang perlu evaluasi manajemen kendaraan secara berkala untuk menghitung adanya perubahan kebutuhan operasional secara jangka panjang. Jika iya, maka pengusaha angkutan perlu mempertimbangkan untuk mengganti ban dengan kapasitas standar beban dan tekanan angin yang lebih tinggi, agar menghemat bannya," imbuhnya.

Lebih jauh dijelaskan, tekanan angin akan berkurang seiring waktu, maka sebaiknya dilakukan pengecekan secara rutin sekitar 10-14 hari sekali. Beberapa perusahaan telah menerapkan sistem pre-inspection sebelum kendaraan meninggalkan garasi, di mana, salah satu bagian yang wajib dicek adalah tekanan angin.

3 dari 5 Halaman

Pentil dan spooring

Selain itu, pastikan juga isi pentil bekerja dengan baik dan tidak ada kebocoran. Pastikan tutup pentil selalu terpasang untuk menghindari kerusakan isi pentil akibat butiran/batu-batu kecil atau pasir yang masuk ke dalam pentil.

“Tutup pentil terlihat sepele, namun jika isi pentil rusak, tekanan angin akan berkurang lebih cepat dan dapat menyebabkan kerusakan ban,” paparnya.

4 dari 5 Halaman

Sebagai alat angkut distribusi barang truk punya jam terbang tinggi

Selain tekanan angin, spooring atau wheel alignment atau penyelarasan roda kendaraan juga bisa jadi jurus untuk memperpanjang umur pakai ban secara signifikan. Setelan roda yang tidak selaras akan berdampak pada kemudi yang tidak stabil dan menyebabkan aus ban tidak wajar yang memperpendek umur pakai ban.

Khusus spooring kendaraan niaga, lanjut dia, toe in/toe out atau selisih jarak kesejajaran antara roda bagian depan dan belakang perlu disesuaikan. Selanjutnya, king pin atau besi yang berada pada ban kanan dan kiri bagian depan perlu dicek keausannya karena dapat mempengaruhi keausan ban menjadi tidak rata.

5 dari 5 Halaman

Selain itu perlu juga melakukan pengecekan keseimbangan pelek, sistem rem, dan kondisi bearing.

"Tidak ada aturan baku mengenai kapan penyetelan roda perlu dilakukan. Jika mengikuti anjuran pabrikan, spooring sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali atau apabila kendaraan telah menempuh jarak sejauh 20.000 kilometer atau jika terdapat tanda-tanda keausan tidak wajar serta kemudi yang tidak stabil," pungkasnya.

(kpl/nzr)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami