Julukan Baru Yogyakarta: Kota Kustomfest

Kustomfest yang sedang mampir di Jogja Expo Center Hall memberikan kesan khusus pada Kota Gudeg ini, Simak Gengs!

Sabtu, 08 Oktober 2016 20:15
Kustomfest 2016 (foto: Nazar Ray)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Sebutan kota Yogyakarta mungkin kini bertambah, tidak lagi sebagai kota pelajar, namun juga akan didorong para pegiat modifikasi sebagai sebagai kota kustomfest. Tekad ini disempaikan modifikator ternama Lulut Wahyudi yang juga pengagas gelaran bergengsi Kustomfest saat gelaran Kustomfest Jogja Expo Center Hall (JEC), Yogyakarta, Sabtu (8/10).

"Hampir 2000 orang dari negeri-negeri tetangga, dan juri dari negara lain datang ke Kustomfest. Ini merupakan sebuah apresiasi yang luar biasa terhadap dunia kreatifitas di Indonesia, karena itu kami bertekad menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang terkenal dengan julukan Kota Kustomfest," bangga Lulut.

Selain memberikan julukan lain, Lulut juga ingin mewujudkan asa bahwa Indonesia bisa menjadi salah satu kiblat dunia kastem di dunia, yang tentu dengan ciri khas garapan khas Indonesia, bukan mencontek model atau megambil pakem kastem luar negeri.

"Yogyakarta bisa bikin Borobudur, Candi Prambanan dimana di jamannya sebagai sesuatu yang sulit dilakukan, masak kita tidak bisa buat motor kastem yang punya ciri khas Indonesia, kita pasti bisa. Kita buktikan bahwa Indonesia bukan hanya sebagai bangsa pemakai, tetapi juga bangsa pembuat. Bangsa yang bisa membuat karya-karya mendunia," tandas Lulut.

Menurut Lulut modal Indonesia, terutama Yogyakarta sudah punya modal menjadi kota Kustomfest, dengan banyaknya builder-builder dan bengkel-bengkel yang mampu menciptakan sebuah sepeda motor menjadi karya seni, bukan sekadar alat transportasi. Apalagi Kustomfest dikenal sebagai rumah bagi pegiat custom culture, sebuah budaya baru yang lahir dari pemikiran dan gagasan dengan menggabungkan sebuah art dengan teknik engineering.

Dalam perkembangannya custom culture menghadirkan trend baru yang menjadi sebuahgaya hidup kemudian berkembang meluas menjadi sebuah fashion dengan berbagai sub-culture yang ada didalamnya, seperti otomotif, musik dan seni.

"Bukan hanya Jogja, industri dunia kastem juga sudah banyak berkembang di seluruh Indonesia, dan sudah banyak menghidupi banyak orang. Misalnya untuk membangun motor yang katakanlah puluhan hingga ratusan juta, itu membutuhkan beberapa tempat pengerjaan. Misalnya untuk rangka dari bengkel ini, pengecatan dari bengkel ini, lampu dari bengkel ini, kan jadi menghidupi banyak orang. Ini yang harusnya dilihat dari mereka-mereka yang di atas (pemerintah)," imbuh Lulut.

Custom Culture Festival atau Kustomfest tahun ini kembali digelar di Jogja Expo Center Hall, Yogyakarta pada 8 dan 9 Oktober. Berbagai pemikiran dan karya art of engineering dihadirkan sedemikan rupa dari tangan-tangan terbaik "seniman" motor dan mobil dari berbagai daerah di Indonesia.

Di tahun kelima penyelenggaraan, Kustomfest mengusung tema 'Reborn Legend', yang akan menjadi reuni para legenda memajukan dunia kastem di Indonesia. Kontekstual legend sebagai sebuah apresiasi yang absolut atas karya, dedikasi dan proses terus menerus yang lahir dari pemikiran custom culture Indonesia.

Tema ini memuat pesan kepada khalayak luas bahwa untuk mendapat pengakuan atas diri dan karyanya seseorang harus terus berproses sehingga melahirkan karya baru secara konsisten.

Kustomfest 2016 sekaligus memberikan apresiasi kepada para legenda yang telah berkontribusi memajukan otomotif nasional dengan kemampuannya masing-masing dalam konteks karya dan jerih payahnya.

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/nzr/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami