Jubir Presiden: Jokowi Tegaskan Tidak Ada Larangan Resmi Bagi Pemudik Lebaran 2020

Di tengah penyebaran virus Corona Covid-19, pemerintah melalui Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, memastikan tidak adanya larangan resmi bagi masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini

Jum'at, 03 April 2020 19:15
Jubir Presiden: Jokowi Tegaskan Tidak Ada Larangan Resmi Bagi Pemudik Lebaran 2020 Jubir Presiden Fadjroel Rachman. ©2019 Merdeka.com

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Di tengah penyebaran virus Corona Covid-19, pemerintah melalui Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, memastikan tidak adanya larangan resmi bagi masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini. Hanya saja mereka wajib melakukan isolasi diri di kampung halamannya.

"Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada larangan resmi bagi pemudik lebaran Idul Fitri 2020 M/1441 H. Namun, pemudik wajib isolasi mandiri selama 14 hari," kata Fadjroel kepada wartawan, Kamis (2/4).

Selain itu, melansir dari Merdeka.com, para pemudik juga akan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan harus diawasi oleh pemerintah daerah masing-masing. Fadjroel menyebut kebijakan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

"Pemerintah pusat akan menggencarkan kampanye secara besar-besaran untuk tidak mudik agar bisa menahan laju persebaran virus korona atau Covid-19," ujarnya.

1 dari 2 Halaman

Menurut dia, kampanye ini nantinya melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan publik figur. Fadjroel mengatakan bahwa Presiden Jokowi juga mengingatkan pemerintah daerah tujuan membuat kebijakan khusus terkait para pemudik ini sesuai protokol kesehatan WHO dengan sangat ketat.

Pasalnya, berdasarkan data dari data Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pada tahun 2019 lalu jumlah pemudik mencapai 20.118.531. Mereka pemudik yang pulang ke Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan daerah lainnya.

"Presiden sekali lagi mengingatkan bahwa tugas Kabinet Indonesia Maju dan pemerintah daerah adalah mencegah penyebaran Covid-19 secara rasional dan terukur. Prinsip pemerintah, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," jelas Fadjroel.

2 dari 2 Halaman

Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah siapkan sejumlah skenario untuk mudik di tengah Corona Covid-19. Pertama adalah mengganti hari libur nasional di hari lain.

Skenario kedua yakni, memberikan fasilitas arus mudik bagi masyarakat pada hari pengganti tersebut. Kemudian, menggratiskan tempat-tempat wisata yang dimiliki daerah.

"Saya kira kalau skenario-skenario tersebut dilakukan kita bisa memberikan sedikit ketenangan pada masyarakat," ucap Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Kamis (2/4/2020).

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami