Jimny, Jeep, sampai Toyota FJ Jajal Trek Baru di Bojong Koneng

Sekitar pukul 06.00 pagi pertengahan Agustus 2016, para offroader dari Jakarta, Bogor, Karawang, Tangerang, Cikarang, Bekasi, Bandung, dan lain-lain tampak memarkir mobil mereka di kawasan Sentul, Bogor.

Rabu, 24 Agustus 2016 21:15
Foto: Eki
Editor : Albert

Otosia.com -

Sekitar pukul 06.00 pagi pertengahan Agustus 2016, para offroader dari Jakarta, Bogor, Karawang, Tangerang, Cikarang, Bekasi, Bandung, dan lain-lain tampak memarkir mobil mereka di kawasan Sentul, Bogor.

Tampak berbagai jenis mobil, mulai dari Jeep JK Wrangler-Rubicon, Grand Cherokee, Suzuki Jimny, Toyota FJ, Jeep CJ, dan lain-lain itu berkumpul pada 13 Agustus 2018 untuk menjajal trek anyar di area Bojong Koneng, Bogor.

Trek sepanjang 9 km ini adalah sebuah jalur baru. Uji coba ini dilakukan dalam acara "Bhayangkara Merdeka Offroad 2016" yang berlangsung sebagai rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kepolisian Republik Indonesia dan Hari Jadi Republik Indonesia yang ke-71.

"Acara ini bersifat rutin. Biasanya di dalamnya terdapat rally, offroad, dan menembak. Tahun ini hanya akan dilakukan offroad dan menembak," kata Boy, Wakil Ketua Panitia BMO 2016.

Terhitung lebih dari 52 offroader dan 40 mobil yang turut serta dalam BMO 2016, seperti dikatakan Anto Jangkar, penggiat offroad yang turut membantu dalam survei jalur baru ini.

"Acara ini diprakarsai oleh Dirty Jeep Club, dan mengundang para offroader dari berbagai klub, seperti JKOI, JKOne Indonesia, Jeep Station Indonesia (JSI), Jeep Nation Indonesia, dan lain-lain," ujar pria berkacamata ini.

Penelusuran jalur baru dipimpin Arista dan Ari yang telah berpengalaman dalam kegiatan offroad Indonesia, seperti Meratus Expedition 2016 di Kalimantan, dan Indonesia Off-Road eXpedition 2016 Yogyakarta-Bali.

Sekitar pukul delapan pagi, usai pembagian helm bagi para driver dan co-driver, para off roader pun meninggalkan lapangan Kampung Tapos, Bukit Bojong Koneng.

Trek baru ini rencananya akan dijalani dalam dua hari. Pada hari pertama, jalur yang dijajal sepanjang 6 kilometer, dengan perkiraan sekitar pukul 6 sore para offroader akan tiba di tempat beristirahat. Pada hari kedua, para offroader akan melahap sisa 3 kilometer, dan berujung di area wisata, Air Terjun Bidadari.

Di salah satu tanjakan berlumpur tepat sebelum lokasi peristirahatan, hampir semua mobil harus 'berjuang'. "Medan menjadi sangat berat, setiap 100 meter bisa memakan waktu 7 sampai 8 jam," ujar Boy yang juga adalah Ketua Dirty Jeep Club.

Kondisi semakin sulit ketika terdapat kendaraan yang mengalami kerusakan dan terjebak di tengah jalur. Seluruh tim mau tak mau harus bahu membahu untuk membantu setiap kendaraan lewat.

Benar saja, akibat hujan yang kembali mengguyur, jalanan menjadi sangat berlumpur. Karakter lumpur yang tampak seperti lempung atau tanah liat itu cenderung melekat pada ban sehingga jalan terasa semakin licin.

Sesekali peserta tampak bercengkerama dengan penduduk sekitar. Ketika para offroader berhenti di salah satu sungai, anak-anak dari area penduduk di Bojong Koneng pun menyempatkan diri bermain air di sana sambil menyiram air ke mobil yang penuh lumpur.

Hari kedua menyisakan 3 kilometer perjalanan dengan medan yang sama sulitnya. "Akhirnya evakuasi setiap kendaraan yang terjebak memerlukan tambahan waktu hingga 24 jam," cerita Boy.

Namun perjalanan yang benar-benar 'dirty' ini memberikan kepuasaan tersendiri bagi masing-masing offroader, dan tentunya semakin mempererat tali silaturahmi antara para offroader.

Antusiasme para off roader mendapat sambutan baik dari Kapolres Bogor, AKBP Andi M. Dicky Pastika. Baginya, hal ini akan memberi dampak positif pula bagi pengembangan Bogor, terutama dalam hal pariwisata. Tak salah tentu saja, karena Indonesia dikenal sebagai surga bagi para offroader termasuk dari mancanegara. "Semoga silaturahmi terus terjaga," katanya.

Info seputar dunia offroad lainnya...

(kpl/why/abe)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami