Jeritan Para Ojol saat Pandemi Virus Corona COVID-19, Akan Tetap Narik Walau Dilarang

Para driver ojek online semakin mengalami kesulitan mendapatkan pesanan selama pandemi virus Corona (COVID-19).

Rabu, 08 April 2020 07:15
Jeritan Para Ojol saat Pandemi Virus Corona COVID-19, Akan Tetap Narik Walau Dilarang Driver ojol di Mall Tamini Square (merdeka.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB akan diterapkan di DKI Jakarta. Hal itu tentu semakin membatasi pergerakan warga Ibu Kota selama pandemi virus Corona (COVID-19).

Tujuannya untuk semakin menekan penularan virus Corona. Tapi di sisi lain banyak pihak yang mulai cemas dengan kebijakan itu. Seperti para pekerja harian yang menggantungkan harap untuk mendapatkan penghasilan.

Melansir Merdeka.com, 

sudah seharian keliling 

Jakart

a

-Bekasi, Irawan (25) tak juga dapat orderan. Biasanya tidak seperti ini. Ya, dia cuma bisa mengelus dada, pendapatnya ikut kena imbas pandemi global Corona alias Covid-19.

Hati Irawan tambah gusar, mendengar kabar DKI Jakarta,tempatnya mencari makan bakal telah ditetapkan PSBB alias Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Selama Corona, gue sama sekali kagak dapet order orang. Dapatnya go-food, sama ngirim barang dan itupun jarang banget pokoknya menurun parahlah," keluhnya di bilangan Taman Mini, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2020).

 

1 dari 4 Halaman

Irawan yang pada kondisi normal dalam sehari bisa mendapatkan Rp100-300 ribu, terpaksa menelan pil pahit dengan penurunan drastis hingga Rp15-30 ribu perhari.

Social Distancing atau jaga jarak, work from home, belajar di rumah, sederet program pemerintah guna menekan penyebaran Corona amat berdampak pada pendapatannya. Ditambah PSBB, ojek online dilarang bawa penumpang. Hanya boleh barang saja.

"Mau gimana lagi, kita juga wajar karena corona orang jadi pada takut keluar rumah. Mau diam enggak ada pemasukan, jadi serba salah. Ditambah enggak boleh angkut penumpang makin salah saja dah," ujarnya.

Irawan juga menyayangkan respon yang diberikan pemerintah atas bantuan kepada masyarakat yang terlalu berbelit-belit, seharusnya di saat kondisi seperti ini seluruh masyarakat diberikan bantuan.

"Hari ini ada pesan dari aplikator, kalau pemerintah kirimkan Bantuan Langsung Tunai lewat kartu Pra Kerja. Tetapi, katanya itu pakai seleksi dulu, loh kok bantu orang pilih-pilih ya kalau ojol (ojek online) mah kondisinya saat ini ratalah susah semua," terangnya.

2 dari 4 Halaman

Sementara Alex (40), sebagai driver ojol yang sudah 4 tahun menjalani profesi ojol merasakan tuntutan kondisi yang memaksanya untuk tetap ngojek, walaupun di tengah pandemi Covid-19

Atas kondisinya saat ini, ia pun sadar akan hasil yang didapatkan pasti sangat minim, tetapi tidak ada pilihan lain bagi Alex untuk berhenti mengojek. Jika berhenti, perut terancam tak terisi.

"Sudah jatuh ketimpa tangga, belum ada aturan itu saja kita driver udah menurun pendapatannya. Apalagi berlaku aturan dilarang angkut penumpang, cuma barang sama food, enggak tahu harus ngapain lagi," keluh Alex.

3 dari 4 Halaman

Kemudian, Ia mengungkapkan, realita di lapangan atas apapun janji bantuan yang disalurkan pemerintah sampai saat ini kepada driver ojol belum bisa dirasakan. Termasuk konsep pengiriman barang maupun makanan melalui ojek online yang dijalankan pemerintah belum berjalan secara signifikan dampaknya.

"Bantuan seperti masker yang dijanjikan belum ada, pemberian vitamin katanya belum ada juga, terus order makanan yang di Perumda Pasar Jaya pakai online maupun SMS juga belum ada dampak hasilnya, sama saja sepi-sepi juga," katanya.

Alex memahami apa yang sedang terjadi saat ini sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah covid-19. Akan tetapi, mereka tidak punya pilihan lain, sembari mengharapkan bantuan dari pemerintah.

"Saya tetap ngojek, walaupun ada larangan. Kecuali dari pemerintah sudah mengirimkan bantuan dan sampai ke kita masyarakat, baru saya berenti ngojek," ungkap Alex.

4 dari 4 Halaman

Sepinya orderan juga dialami Anjar (23). Driver ojek online ini memilih istirahat di rumah sejenak selama 'musim' corona.

"Selama pandemi ini cuma dapat sekali order, dari situ udahlah break dulu. Percuma mau ngojek juga susah nyari orderannya," ujar Anjar.

Menurutnya, pemerintah dengan beragam kebijakan yang dikeluarkan untuk memutus mata rantai wabah corona saat ini. Sama saja memberikan kesulitan ekonomi kepada masyarakat, terkhusus driver ojol.

Dia menilai, kondisi baru sebatas imbauan pun dampaknya sudah cukup menyiksa. Namun nasib baiknya, ia yang masih tinggal bersama orangtua dan masih bisa meminta bantuan kepada orangtua.

"Untungnya saya masih ikut orangtua jadi makin mantap break dulu saja lah. Kalau ngojek jadi pekerjaan utama gua, udah pasti kudu narik tiap hari. Ya ibaratnya demi dapur ngebul. Walaupun corona lah," tuturnya.

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami