Jeda 5 Menit Saat Isi BBM Bikin Jengkel, Ini Tanggapan Pertamina

Saat mengantri isi bahan bakar di SPBU, lalu layanan terhenti dalam beberapa menit, tentu bagi sebagian orang yang diburu waktu kondisi seperti ini sedikit menjengkelkan. Situasi jeda pengisian seperti ini terjadi pada semua SPBU Pertamina COCO (Corporate Owned Corporate Operated).

Sabtu, 25 Agustus 2018 08:45
Foto Pertukaran shift di SPBU Pertamina, Jl. Abdul Muis, Jakarta Pusat by Nazarudin Ray
Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Saat mengantri isi bahan bakar di SPBU, lalu layanan terhenti dalam beberapa menit, tentu bagi sebagian orang yang diburu waktu kondisi seperti ini sedikit menjengkelkan. Situasi jeda pengisian seperti ini terjadi pada semua SPBU Pertamina COCO (Corporate Owned Corporate Operated).

Pertukaran shift kerja petugas SPBU Pertamina COCO memaksa konsumen harus rela menunggu sekitar 5-7 menit sampai petugas pengganti datang, padahal sudah terjadi antrian. Alhasil pengendara yang isi BBM cuma bisa pasrah menunggu dilayani kembali.

Begitu juga saat petugas SPBU baru memasukkan pompa ke tangki kendaraan, aliran bensin otomatis tidak keluar karena bertepatan dengan pertukaran jam kerja. Petugas beralasan pergantian shift telah dimulai sehingga kendaraan tidak bisa diisi BBM.

Soal adanya keluhan yang merasa jeda penggantian jam kerja karyawan SPBU cukup menyita waktu konsumen, PT Pertamina (Persero) menyatakan hal tersebut bagian dari standar operasi harian di SPBU Pertamina COCO.

"Pergantian shift memang terjadi di keseharian SPBU, dan proses ini masuk dalam SOP penanganan SPBU COCO. Jika ada pergantian shift customer diminta untuk menunggu sekitar 5-7 menit," kata Arya Dwi Paramita, External Communication Manager PT Pertamina (Persero)

"Namun, sebelum dilakukan pergantian shift biasanya ada notifikasi terlebih dahulu melalui speaker 5-10 menit sebelum bergantinya shift tersebut. Dan itu berlaku untuk semua SPBU yang menggunakan POS System, dan dalam satu hari terdapat tiga shift. Jam 14.00 merupakan salah satu pergantian shift mas," lanjutnya.

Pertamina menyatakan, layanan tidak berhenti saat pompa SPBU sudah mengeluakan bahan bakar ke tangki kendaraan konsumen. Artinya pengisian tetap diteruskan sampai jumlah BBM yang diinginkan konsumen selesai.

"Pasti kita selesaikan dulu semuanya mas, jadi tidak ada yang menggantung pengisian BBM-nya," ujar Edo, CSR PTPR Pertamina Persero

Hal berbeda jika pompa baru dimasukkan petugas SPBU ke tangki kendaraan, bertepatan dengan penggantian jam kerja, otomatis BBM tidak keluar.

"Sebetulnya tidak ada pergantian shift, ada waktu 5 menit untuk pertukaran shiftnya. (Saat otomatis BBM tidak keluar) mungkin operator minta waktu untuk rekap penjualan sebelumnya. Tapi kita tetap memberikan informasi kepada konsumen karena ada pergantian shift ini," terang Edo.

Meski jeda waktu dianggap bagian dari kesaharian standar operasi SPBU milik Pertamina, tetap saja ada konsumen yang merasa tidak nyaman saat mengisi BBM.

"Lima sampai tujuh menit waktu cukup lama. Mestinya Pertamina saat pergantian shift tutup saja dulu sementara SPBU-nya. Setelah selesai pertukaran shift kerja, baru dibuka kembali. Jadi gak bikin orang antri dan menunggu, kan orang juga punya urusan yang lain yang harus dikejar," keluh Indra, salah satu konsumen SPBU Pertamina.

Baca Ini Juga Dong Otolovers

(kpl/nzr/ahm)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami