Jarak Tempuh Makin Pendek, Konsumen Bebek Beralih ke Matik

Jarak tempuh yang semakin pendek diduga menjadi faktor utama beralihnya konsumen pada matik. Simak alasan selengkapnya mengapa konsumen bebek beralih ke matik berikut ini.

Senin, 09 Maret 2015 09:30
Honda (Foto: Tatan)
Editor : Larasati​ ​Zu​hro

Otosia.com - Jarak tempuh yang semakin pendek, membuat konsumen sepeda motor tipe bebek (cub) di wilayah Jabodetabek mengalihkan tunggangannya ke motor matik.

Kepadatan lalu lintas di Ibukota, serta rencana akan direalisasikannya sarana transportasi seperti monorel, MRT dan busway yang terkoneksi, akan membuat konsumen pengguna sepeda motor di pinggiran kota Jakarta yang kerap menggunakan motor bebek akan beralih ke tipe matik.

Beralihnya pengguna motor bebek ke tipe matik ini antara lain dikarenakan adanya aturan Gubernur DKI Jakarta yang melarang kendaraan roda dua memasuki jalan protokol.

Meski sarana transportasi di Jakarta belum memadai, sudah sejak lama, masyarakat yang tinggal di pinggiran Jakarta menggunakan sepeda motor dari rumah ke stasiun kereta api.

"Mereka biasanya menitipkan motornya di stasiun. Lalu melanjutkan perjalanannya dengan kereta api menuju tempat kerja mereka di Jakarta," ujar Edi Setiawan, Chief of Marketing PT Wahana Makmur Sejati, Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta-Tangerang.

Lebih lanjut Edi menambahkan, jika semua sarana transportasi sudah terealisasi, maka jarak tempuh pengguna sepeda motor akan semakin pendek.

"Di situlah, pengguna motor bebek akan beralih menggunakan motor matik. Karena, motor matik lebih praktis dan sesuai untuk jarak tempuh yang pendek," tambahnya.

Edi Setiawan juga meyakinkan bahwa pasar sepeda motor akan tetap menjanjikan. "Sepeda motor akan tetap dibutuhkan masyarakat sebagai sarana pendukung transportasi," pungkasnya.

(kpl/tr/lrs)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami