Jangan Salah Gunakan Lampu Hazard, Ini Hukumnya!

Apakah Anda sering menyalakan lampu hazard saat mengemudi meskipun tidak mengalami keadaan darurat? Simak informasi berikut ini, Otolovers!

Rabu, 30 Desember 2015 15:15
Foto: willsamjohn
Editor : Larasati​ ​Zu​hro

Otosia.com - Lampu Hazard atau yang lebih dikenal dengan lampu darurat adalah lampu yang akan menyala ketika Anda menekan tombol bergambar segitiga merah. Namun belakangan banyak sekali pengendara yang tidak dalam keadaan darurat tetapi menyalakan lampu tersebut.

©aliexpress

Lampu darurat ini difungsikan sebagai penanda keadaan darurat yang dialami oleh pengemudi kendaraan tersebut. Hal ini tertulis dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan :

"Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan".

Yang dimaksud dengan "isyarat lain" yaitu lampu darurat dan senter. Sedangkan yang dimaksud dengan "keadaan darurat" adalah kendaraan yang sedang mogok, terjadi kecelakaan lalu lintas, dan ketika dalam kondisi mengganti ban atau memperbaiki mesin.

© typepad

Dalam hal ini, yang harus menjadi perhatian para pengemudi adalah kebiasaan yang salah dalam penggunaan lampu hazard. Dilansir dari Divisi Humas Mabes Polri, berikut ini penyalahgunaan lampu darurat yang sering dilakukan oleh para pengendara:

1. Menggunakan saat hujan. Menggunakan saat hujan hanya membingungkan pengemudi di belakang karena saat lampu hazard dinyalakan, Lampu Sein tidak berfungsi karena tertutup oleh lampu hazard. Anda cukup berhati-hati saja saat hujan atau dengan menghidupkan lampu utama.

© Divisi Humas Polri

2. Menggunakan saat memberi tanda lurus di persimpangan. Menggunakan saat bergerak lurus tidak perlu karena dengan tanpa menghidupkan lampu sein berarti anda menandakan diri akan bergerak lurus ke depan.

3. Menggunakan saat di lorong gelap. Menggunakan saat di lorong gelap tidak perlu karena tidak ada efeknya, yang ada hanya membingungkan kendaraan di belakang. Cukup nyalakan lampu senja atau lampu utama karena lampu merah di belakang mobil sudah menyala yang artinya memberi tanda bahwa ada mobil di depan.

4. Menggunakan saat berkabut. Cukup menyalakan lampu kabut (FogLamp) yang berwarna kuning / lampu utama.

Setelah mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kesalahan dalam penggunaan lampu darurat, diharapkan para pengendara dapat lebih cerdas dalam mengemudi. Tidak mengikuti kebiasaan yang "membudaya" dilakukan namun "salah kaprah" dengan tujuan utamanya. Selamat berkendara, Otolovers.

Baca Ini Juga, Bro!

(kpl/lrs)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami