Jadi Mobil Bodong, Rolls-Royce atas Nama Dimas Agung Prayitno Diblokir Petugas

Petugas memblokir STNK Rolls-Royce Phantom atas nama Dimas Agung Prayitno yang bukan pemilik aslinya.

Jum'at, 22 November 2019 08:15
Jadi Mobil Bodong, Rolls-Royce atas Nama Dimas Agung Prayitno Diblokir Petugas Rolls-Royce Phantom (Ilustrasi/Topspeed)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Kasus pencatutan nama orang lain untuk registrasi mobil mewah belakangan kembali terjadi. Kini yang terbaru adalah Rolls-Royce Phantom atas nama Dimas Agung Prayitno.

Pajak mobil mewah Rolls-Royce Phantom itu pun mencapai Rp 170 juta. Jatuh tempo pajak mobil pabrikan Inggris itu Agustus 2019.

"Sekarang sudah diblokir atas nama Dimas Agung Prayitno. Tinggal nunggu pemiik aslinya aja, nanti suatu saat akan muncul," terang Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jawa Barat, Joko Pujiyanto, dikutip dari Merdeka.com.

Joko melanjutkan, pihaknya sepakat memblokir STNK sambil menunggu pemilik mobil melunasi pajak. Selanjutnya, pemilik wajib menyesuaikan dengan identitasnya yang asli.

1 dari 2 Halaman

Sebelumnya

Sebelumnya

Sebelumnya, petugas mengetahui kasus ini saat melakukan penagihan. Pasalnya, hingga masa jatuh tempo pemilik tak kunjung membayar sehingga petugas mendatangi rumah pemilik sesuai STNK.

"Pemilik hingga jatuh tempo belum membayar pajak. Kami pun menyambangi alamat yang tertera di STNK. Ternyata bukan pemilik aslinya," jelas Joko.

Dalam lembaran STNK tersebut, tertera nama Dimas Agung Prayitno yang beralamat di Jalan Mangga Besar IV P, Jakarta Barat. Rupanya, identitas Dimas dicatut seseorang pada tahun 2017 silam.

2 dari 2 Halaman

28 Kasus

Sepanjang Januari 2019 hingga November 2019  ditemukan 28 unit kendaraan yang menggunakan identitas orang lain. Hal itu diketahui saat orang-orang yang namanya dicatut, mendaftar sebagai peserta Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Sudah kami blokir mobil mewah yang nilai jualnya di atas Rp 1 miliar. Iya bisa dikatakan mobilnya jadi bodong karena STNK-nya sudah tidak berlaku," katanya.

Menurut dia, modus seperti ini biasanya untuk menghindari pajak progresif atau menyamarkan hasil pencucian uang. Maka itu, Joko meminta agar Kartu Tanda Penduduk tak diberikan ke sembarang orang.

Sebab, efeknya sangat merugikan. Sering kali mereka tidak bisa mendapatkan fasilitas Kartu Jakarta Pintar, DP 0 persen karena persyaratannya yaknit tidak punya kendaraan roda empat mewah.

"Kebanyakan dipinjam KTP-nya, mungkin enggak tahu dibuat apa dan biasanya diiming-imingi sejumlah uang yang enggak senagaja," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com

(kpl/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami