Jadi LMPV Termahal Tak Pengaruhi Penjualan Mitsubishi Xpander

Saat ini Mitsubishi Xpander jadi LMPV termahal di Indonesia. Namun, hal itu tak berpengaruh pada penjualan Mitsubishi Xpander.

Senin, 01 Juli 2019 18:15
Jadi LMPV Termahal Tak Pengaruhi Penjualan Mitsubishi Xpander Mitsubishi Xpander (Mitsubishi Indonesia)

Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - PT PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) telah beberapa kali menaikkan harga mobil Low MPV (LMPV) andalannya, Mitsubishi Xpander. Namun, mereka tetap optimis pesaing Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Suzuki Ertiga itu tetap diminati konsumen di pasar otomotif Indonesia.

Menyandang status Low MPV termahal saat ini, Xpander terakhir melakukan revisi harga pada April 2019 lalu karena memiliki harga mulai dari Rp 210,3 juta hingga Rp265,1 juta untuk varian Ultimate A/T dan Rp276,6 juta untuk Xpander Limited. Seluruh harga tersebut berstatus on the road DKI Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Imam Choeru Cahya, selaku Executive General Manager of Sales and Marketing Division MMKSI dalam Liputan6.com mengaku konsumen Indonesia saat ini tidak hanya berpatok pada harga yang ditawarkan, namun juga keuntungan yang didapat.

"Masih percaya diri. Karena orang Indonesia saat ini makin pintar dalam menentukan ataupun memilih kendaraan. Bukan hanya dari segi harga, tapi juga dari sisi produk, aftersales, total cost ownership, ya macam-macam," katanya di Bekasi, Jawa Barat.

1 dari 1 Halaman

Masih Laris Manis

Masih Laris Manis

Tak hanya tarif biaya bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) juga  memengaruhi kenaikan harga sebuah kendaraan. Imam juga menyebut biaya produksi dan transportasi juga berpengaruh.

"Jadi bukan hanya dari selling point-nya saja, tapi total cost of ownership dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Xpander, sehingga orang dengan membeli Xpander worth it dengan harga segitu," tuturnya.

Imam juga menegaskan, penjualan Xpander secara retail pada bulan Juni telah mencapai target. Karena itu Mitsubishi yakin keuntungan yang didapatkan mampu menarik minat konsumen.

"Kami cukup confidence. Terbukti saat kami menaikkan harga di April 2019, hanya di bulan Mei yang sedikit tidak mencapai target. Itu dikarenakan ada kejadian di luar prediksi kami, yaitu 21-22 Mei 2019 yang cukup mempengaruhi khususnya di pasar Jabodetabek. Untuk angka pastinya nanti ya, tapi yang masih sudah mencapai target," ujar Imam.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami