Jadi Juara Kontes Modifikasi Terbesar di Indonesia, Begini Ubahan Harley-Davidson

Motor berbasis Harley Davidson modern ini mengacu ke style garapan Shinya Kimura dari rumah modifikasi Chabott Engineering (Jepang/AS)

Senin, 07 Oktober 2019 16:15
Jadi Juara Kontes Modifikasi Terbesar di Indonesia, Begini Ubahan Harley-Davidson Modifikasi Harley Davidson bergaya bobber (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Kustomfest 2019 baru saja bergulir di Yogyakarta. Builder dari Bali menjadi juara dengan mengusung motor kustom bergaya bobber.

Katanya, motor berbasis Harley Davidson modern ini mengacu ke style garapan Shinya Kimura dari rumah modifikasi Chabott Engineering (Jepang/AS), builder Jepang yang sudah 35 tahun lebih berkiprah di custom culture dan juga jadi juri internasional di Kustomfest 2019.

Penasaran apa saja ubahannya? Satu yang paling kentara adalah mesin modern kubikasi besar.

"Ini mesin S&S Generator kapasitas 1.600 cc mesin tahun 2018. Awalnya bentuk motor diarahkan ke gayanya Kimura. Lebih ke bobber," kata Komang Gede Sentana Putera A, dari Kedux Garage.

1 dari 3 Halaman

Pengerjaan Paling Sulit

Pengerjaan Paling Sulit

Pengerjaan paling sulit sendiri baginya adalah gaya. Sebab, apa yang diminta oleh kliennya pada motor yang akhirnya menjadi juara ini bukanlah style dia.

"Sulitnya adalah gayanya, bagaimana caranya masuk komposisi mirip Kimura," aku sang builder.

Dia mengaku 80 persen motor digarap custom. Material tangki dari aluminium. Sebagian material lainnya adalah logam campuran.

Sementara sasis dibikin tidak umum khas Kimura, 38 derajat, dengan ketebalan pipa 3-4 mm dan bagian belakang dibuat rigid supaya minimalis.

"Ini Harley Davidson Softail ambil mesinnya saja, dan mesti ubah tangki, sasis. Saya buat 8 bulanan dari Maret kemarin. Aku lama pelajari gayanya feeling-nya. Ini awalnya memang kebutuhan konsumen, sampai akhirnya aku ngefans (sama gaya Kimura)," akunya.

2 dari 3 Halaman

Terapkan Gaya Kimura

Terapkan Gaya Kimura

Ciri yang dia pelajari dari motor Kimura adalah posisi yang lebih rendah, dan rig dengan derajat 38 yang artinya lebih keras alias lebih ke depan.

"Aku pikir akan pegal tangan pegal pinggang. Tapi pas dinaiki nyaman sekali," kata dia.

Dengan klaim bahwa motor ini handmade 80 persen, dan pengerjaannya pun dibantu untuk urusan jok oleh teman. Lalu casting aksesori dibantu oleh rekan bernama David dari Yogyakarta setelah dia membuat molding terlebih dahulu.

3 dari 3 Halaman

Unsur Budaya Bali

Unsur Budaya Bali

Menariknya, Komang tidak menekankan unsur budaya Bali pada motornya sekalipun ada aksen kecil.

"Tidak semua unsur Bali bisa dimasukkan takutnya fatal," ujarnya mengungkapkan bahwa tampilan keseluruhan harus menjadi pertimbangan dan tidak asal pasang.

Dengan referensi dasar lebih ke raw, tetapi hal itu juga harus menyesuaikan finishing mesin. Namun, ia merasa mesin baru tersebut justru cukup membantu. Karenanya pun hasil garapan ini tidak dirasakan kurang alias sudah bikin dia puas.

"Mesin baru jadi lebih gampang. Konstruksi sudah lebih bagus. (Garapan) sudah mentok segini. Kalaupun bisa, upgrade mesin saja," kata dia.

(kpl/nzr/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami