Insiden Kemalingan di MotoGP Malaysia, Diduga Bukan Sembarang Pencuri

CEO Sepang International Circuit, Datuk Razali mengatakan bahwa pencuri saat MotoGP Malaysia 2019 mungkin adalah jaringan interansional yang paham betul soal dunia balap.

Selasa, 05 November 2019 11:15
Insiden Kemalingan di MotoGP Malaysia, Diduga Bukan Sembarang Pencuri Paddock Angel Nieto Team (Autosport)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang diwarnai insiden tak menyenangkan. Lima tim Moto3 dan satu tim Moto2 kemalingan dan sparepart mereka lenyap.

Dari enam tim tersebut, Angel Nieto Team yang paling parah kehilangan sparepart. Beruntung ada bantuan dari tim bentukan Valentino Rossi, Sky VR46.

Menurut Malaymail, insiden itu terjadi pada jumat sekitar pukul 1.00 dini hari hingga 5.00 pagi waktu setempat. CEO Sepang International Circuit (SIC), Datuk Razlan Razali mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Angel Nieto Team untuk membicarakan insiden tersebut.

Razlan mengatakan, melihat apa saja yang dicuri dirinya memiliki keyakinan bahwa pencuri memiliki jaringan internasional. Selain itu, pencuri juga memiliki pengetahuan mendalam tentang dunia balap.

"Saya sudah bertemu dengan Angel Nieto Team, dan mengatakan bahwa mungkin ada kelompok spesifik yang terlibat dan tahu persis apa yang ingin mereka ambil," terang Razlan.

 

1 dari 3 Halaman

Ditanggung Asuransi

Ditanggung Asuransi

Angel Nieto Team memang kehilangan sparepart yang harganya tak murah. Yakni, paket shock absorber Moto3, kaliper dan rem cakram, komputer, perkakas, pemanas, per garpu, dan shock absorber belakang.

"Misalnya, mereka hanya mengambil ban jenis tertentu, kaliper, dan barang serupa. Mereka bisa saja mencuri barang-barang lain di paddock seperti komputer, yang juga ada di sana. Tapi mereka tak tersentuh," lanjut Razlan.

Lebih lanjut, Razlan mengatakan pihaknya sudah melaporkan insiden ini ke polisi, tapi kerugian belum ditentukan. Dia mengatakan, kompensasi untuk tim yang kemalingan akan ditanggung oleh asuransi.

"Sirkuit Sepang diawasi dengan ketat, termasuk adanya CCTV dan membangun sistem pemindaian mulai tahun ini," tandasnya.

2 dari 3 Halaman

Sebelumnya

Sebelumnya

Insiden tak menyenangkan terjadi saat MotoGP Malaysia 2019, di sirkuit Sepang. Sparepart lima tim Moto3 dan satu tim Moto2 disikat maling. Insiden ini tentu menjadi catatan buruk untuk keamanan sirkuit Sepang, Malaysia

Melansir AS, keenam tim tersebut yakni Gaviota Angel Nieto (Moto3 dan Moto2), BOE Skull Rider Mugen Race (Moto3), CIP Green Power (Moto3), Reale Avintia Arizona 77 (Moto3), Red Bull KTM Ajo (Moto3).

Tim tersebut tidak ditempatkan di paddock yang seharusnya karena keterbatasan tempat. Sehingga mereka ditempatkan di tenda, di dekat parkiran P1 yang dinilai rentan akan insiden semacam ini.

"Kami kehilangan paket shock absorber Moto3, kaliper dan rem cakram, komputer, perkakas, pemana, per garpu, dan shock absorber belakang. Ini kerugian yang besar, kami berharap ada respon dari sirkuit, kami sudah membicarakannya denan IRTA (International Racing Team Association)," rinci manajer tim Angel Nieto, Gino Borsoi.

3 dari 3 Halaman

Harga Sparepart

Harga Sparepart

Barang-barang tersebut diprediksi senilai USD 44.000 sampai USD 56.000 atau Rp 617 jutaan sampai Rp 785 jutaan (Kurs USD 1 = Rp 14.035). Beruntungnya, mereka mendapatkan bantuan dukungan sparepart dari Sky VR46, tim Valentino Rossi di Moto3.

Mereka mendapatkan bantuan dua shock absorber, yang diperkirakan senilai USD 3.300 atau Rp 46 jutaan masing-masing shock absorber. "Bagaimana saya tidak membantu mereka jika tim itu diberi nama ayah saya?" kata manajer tim Sky VR46, Pablo Nieto.

Rupanya, diakui Borsoi bahwa insiden ini bukanlah yang pertama kali mereka alami. Tiga tahun yang lalu timnya juga kemalingan. Tiga unit komputer hilang digondol maling.

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami