Ini yang Harus Dilakukan Ketika Motor Terjebak Banjir

Banjir merupakan risiko yang harus dihadapi pemotor ketika berkendara di musim hujan, sehingga diperlukan tindakan tepat agar motor tidak rusak parah.

Rabu, 24 Februari 2021 11:15
Ini yang Harus Dilakukan Ketika Motor Terjebak Banjir Ilustrasi pengendara motor usai terjebak banjir (Otosia.com/Nazar Ray)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Kawasan Jabodetabek dilanda hujan lebat dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya sejumlah wilayah terkena banjir. BMKG meramalkan hujan lebat akan masih terjadi hingga akhir Feabruari 2021.

Berkendara pun dituntut perlu kehati-hatian. Pasalnya, terjebak banjir saat di jalan merupakan risiko yang harus siap-siap dihadapi ketika berkendara di musim hujan.

Khusus untuk sepeda motor, GM After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manfacturing (YIMM), M.Abidin, memberikan kiat agar sepeda motor tetap terjaga kala menghadapi kondisi banjir.

 

1 dari 2 Halaman

Menurut Abidin, sebaiknya pemotor mengetahui medan dan kondisi jalan. Jika air banjir sudah melebihi knalpot atau saringan udara, maka sebaiknya tidak melewati jalan tersebut. Apalagi di jalan yang akan dilewati terdapat selokan atau jalan berlubang, air banjir bisa masuk knalpot atau saringan udara.

"Jika terpaksa harus melewati jalanan yang kebanjiran, pastikan ketinggian air masih di bawah knalpot atau saringan udara, lakukan gas motor yang konstan. Jangan tutup gas karena bisa menyebabkan air menutup atau masuk knalpot sehingga mesin motor bisa mati," imbuhnya.

Apabila ketinggian air berlebih dan mesin motor mati karena melewati jalanan yang banjir, jangan langsung distarter atau menghidupkan motor karena ada kemungkinan air bisa masuk ke dalam mesin.

2 dari 2 Halaman

Pengendara mendorong motornya yang mogok akibat banjir

Lepas busi terlebih dahulu dan cek juga kondisi saringan udara untuk memastikan tidak terdapat air, kemudian starter untuk mengeluarkan air di ruang bakar. Bersihkan juga busi dan tutup busi dan pasang kembali busi.

"Jika langsung menyalakan motor tanpa dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, bisa menyebabkan water hammer akibatnya connecting rod bisa bengkok," ungkapnya.

Selanjutnya cek oli mesin dan oli transmisi. Jika pelumas tercampur air, oli akan berwarna putih susu. Bila itu terjadi wajib dilakukan pengurasan oli. Jika oli tercampur air, pelumasan tidak sempurna karena adanya kandungan air.

Perhatikan juga komponen kelistrikan. Jika komponen kelistrikan basah segera keringkan, sebelum menyalakan mesin.

"Setelah melewati banjir, bersihkan dan cuci sepeda motor untuk menghindari lumpur atau kotoran yang menempel pada motor. Segera ke bengkel resmi terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan untuk pengguna Yamaha cek lokasinya di aplikasi My Yamaha Motor," pungkasnya.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami