Ini Penjelasan Mengapa Rem Depan Harus Ditekan Lebih Kuat Saat Motor Kencang

Untuk menjaga keseimbangan diperlukan teknik pengereman yang benar. Rem depan harus ditekan lebih keras pada beberapa kondisi tertentu untuk menjaga kestabilan.

Sabtu, 23 Oktober 2021 12:15
Ini Penjelasan Mengapa Rem Depan Harus Ditekan Lebih Kuat Saat Motor Kencang Ilustrasi suspensi juga memberi pengaruh pada pengereman (Astra Jateng)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Ketika berkendara sepeda motor kunci utama yang mutlak harus dikuasai oleh pengendara adalah kemampuan menjaga keseimbangan.

Selain menjaga keseimbangan, pemotor juga memerhatikan penguasaan gas karena berfungsi untuk mengatur kebutuhan tenaga dan kecepatan putar dari mesin ke roda.

Begitu juga dengan bermanuver sebagai aksi mengendalikan arah serta pergerakan sepeda motor.

1 dari 4 Halaman

Terakhir yang sangat penting adalahr teknik mengerem untuk menurunkan laju kendaraan dengan terkendali. Artinya pengereman juga sangat terkait erat dengan keseimbangan saat mengendalikan kecepatan, baik lurus atau berbelok.

"Seperti yang kita pahami, bahwa teknik berkendara untuk menjaga keseimbangan dan mengendalikan kecepatan cukup menggunakan rem belakang, sedangkan rem depan harus digunakan jika waktu dan jarak pengereman yang dibutuhkan lebih pendek," buka Oke Desiyanto, selaku Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng.

2 dari 4 Halaman

Menukik

Menurut Oke, saat kondisi pengereman untuk berhenti dan kondisi pengereman yang keras, harus dilakukan secara bersamaan antara belakang dan depan dengan gaya pengereman yang lebih kuat di roda depan.

Mengapa pengereman doda depan harus lebih kuat? Sebab suspensi depan akan mengalami penambahan bobot sehingga motor akan cenderung menukik (dive) karena dorongan dari badan motor, bobot pengendara, dan gaya inersia dimana beban tersebut akan menuju ke ban depan melalui suspensi depan.

3 dari 4 Halaman

Ilustrasi melatih teknik pengereman (Astra Jateng)

"Hal ini akan membuat suspensi depan mengalami stress atau tekanan kuat akibat beban bertambah yang mengakibatkan suspensi depan memendek," terangnya.

Akibatnya dalam kondisi demikian membuat motor semakin menukik. Karena itu pengendara harus mengeluarkan tenaga dan konsentrasi tambahan untuk menjaga tubuh tetap tidak bergeser dan mencegah stang bergoyang yang membuat hilangnya keseimbangan atau bahkan terjatuh.

4 dari 4 Halaman

Jenis suspensi

Pada beberapa jenis suspensi, terutama motor sport dirancang untuk mengantisipasi kondisi demikian. Misalnya suspensi Showa jenis Separate Function Front Fork Big Piston (SFF - BP) dengan Piston Besar. Suspensi jenis ini mampu menahan bagian depan motor tidak terlalu menukik.

Suspensi ini sangat cocok dan special jika dipasangkan pada motor yang berkecepatan dan sesuai dengan kondisi perkotaan yang frekuensi jumlah pengeremannya cukup tinggi.

"Namun demikian, peredaman dari motor akan tetap responsif dan mampu menyesuaikan pada jalanan yang rusak sehingga akan terasa minimnya getaran saat kecepatan tinggi," pungkasnya.

(kpl/nzr)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami