Ini Dia Cara Aman Bonceng Perempuan di Motor Sport

Karena fisik motor yang tinggi, banyak penumpang perempuan yang merasa kesulitan saat naik ke jok penumpang

Sabtu, 14 Oktober 2017 08:15
Ilustrasi Membonceng di Motor Sport (hondacbrcommunity)
Editor : Arry Anggadha
Reporter : Rikko Ramadhana

Otosia.com - Lahirnya motor sport seperti halnya Honda CBR250 RR memang difungsikan untuk berlari cepat. Kendala pada motor sport ini yakni pada boncengers atau penumpang yang duduk di belakang, khususnya kaum perempuan.

Karena fisik motor yang tinggi, banyak penumpang perempuan yang merasa kesulitan saat naik ke jok penumpang. Terlebih, berkendara dengan motor besar disertai penumpang tidak semudah kala membawa motor matik atau bebek.

Untuk itu, otosia telah merangkum tips memboncengi wanita pada motor sport yang cukup tinggi seperti pada Honda CBR.

1. Sejajar

Hal yang harus diperhatikan yakni posisi pengemudi dan boncengers harus berjajar rapat. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi rIsiko terpaan angin yang kencang saat melaju.

Dilansir dari hondacommunity, posisi membonceng secara melintang (menghadap ke kiri lazimnya wanita lakukan) adalah posisi yang tidak dianjurkan.

"Selain kendaraan tidak seimbang, bila terjadi hal secara mendadak si pembonceng tidak siap," ujar Jusri Pulubuhu, Director JDDC.

2. Bertumpu pada satu titik

Posisi tangan penumpang diharuskan bertumpu pada satu titik saja misalnya berpegangan pada behel motor yang ada di belakang.

Cara terbaik yakni penumpang bisa melingkari pinggang pengendara namun jangan terlalu keras. Hal itu perlu dilakukan jika suatu secara tiba-tiba pengendara melakukan rem mendadak dan tentunya membutuhkan keseimbangan dari pembonceng.

3. Posisi kaki

Kedua kaki pembonceng harus menopang pada footstep belakang. Posisi kaki juga harus rapat agar terpaan angin saat berkendara bisa dikurangi.

4. Posisi kepala

Alangkah baiknya jika posisi kepala antara pengendara dan pembonceng dalam posisi yang berbeda. Hal ini berguna sebagai antisipasi awal bagi pengendara akan pandangan yang berada didepannya saat berkendara.

5. Saat manuver

Pengendara juga harus memberi tahu boncengers saat ingin bermanuver. Hal ini berguna sebagai antisipasi bagi si pembonceng agar tidak panik bila terjadi hal tidak diinginkan saat berkendara.

6. Saat tikungan

Saat melewati tikungan pastikan posisi pantat pembonceng pembonceng berlawanan arah dengan arah beloknya motor, misalnya pada saat menikung ke kanan pastikan pantat si pembonceng harus dicondongkan ke kiri dan sebaliknya.

Hal itu dilakukan agarĀ  posisi motor pada saat menikung bisa dalam posisi yang seimbang.

Nah, itu tadi tips-tips yang telah kami berikan. Selamat mencoba ya otolovers!

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/arr)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami