Ini Dia 7 Pelanggaran Lalu Lintas Paling 'Menonjol' Versi Otosia 2016

Kodratnya semakin tinggi populasi kendaraan, akan semakin tinggi pula potensi pelanggaran lalu lintas. Nah, ini dia 7 yang paling menarik perhatian versi Otosia tahun 2016 ini.

Kamis, 29 Desember 2016 15:15
Ini Dia 7 Pelanggaran Lalu Lintas Paling 'Menonjol' Versi Otosia 2016 Pelanggaran Lalu Lintas (foto: Istimewa)

Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Pelanggaran lalu lintas pada umumnya berkisar di antaranya kealpaan membawa surat-surat penting seperti STNK dan SIM. Atau kalau tidak, pelanggaran lalu lintas bisa dijudge dari bagaimana seorang mengemudikan kendaraan dalam kondisi sempurna atau sudah termodifikasi.

Tahun 2016 menjadi tahun yang cukup berwarna untuk masalah pelanggaran lalu lintas. Lantaran di tahun ini, pelanggaran yang terjadi cukup abstrak. Tak cuma terjadi dengan pelanggaran yang itu-itu saja, bahkan goes viral di antara para netizens.

Nah semoga di tahun 2017 nanti Otosia semakin sedikit menemukan pelanggaran-pelanggaran lagi ya Otolovers. Sebagai tanda bahwa kesadaran masyarakat Indonesia semakin baik untuk melakukan dan menaati aturan-aturan dalam berlalu lintas. Check this out, Otolovers!

1 dari 7 Halaman

Satu

Satu

Penilangan merupakan sebuah bentuk penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas dan aturan-aturan yang lainnya. Namun penilangan yang satu ini betul-betul unik, karena dilakukan di tempat yang tidak terduga.

Adalah Riadi, pemilik Kawasaki Pulsar yang harus jadi pesakitan lantaran dirinya ditilang oleh petugas polisi karena tidak mengenakan helm dan perlengkapan lainnya yang layak. Dan, yang lebih membuat mata terbelalak, Riadi ditilang di depan rumahnya sendiri!

Hal ini diterangkannya lewat akun sosmednya dan kemudian dikutip serta dikonfirmasi oleh Brilio pada 24 Februari 2016 kemarin. Riadi ditilang setelah mengantar-jemput anaknya yang mengaji dengan lokasi pengajian hanya tak lebih dari 300 meter-an dari kediamannya.

Setelah menjemput anaknya, Riadi tak menyadari bahwa di dekatnya ada petugas polisi yang sedang bertugas. Walhasil Riadi kemudian ditilang oleh petugas polisi tersebut setelah memarkir motornya. Foto tersebut diambil oleh anaknya sendiri saat Riadi ditilang.

Namun demikian Riadi tak memprotes bahkan memberikan acungan jempol dan salut kepada petugas tersebut. "Akhirnya parkir depan rumah, ditilang deh di depan rumah, hehehe," pungkasnya.

2 dari 7 Halaman

Dua

Dua

Tahun 2016 jadi tahun yang cukup menonjol bagi salah satu sinetron di TV swasta, sekaligus mengelevasi merk motor Kawasaki. Yang sayangnya, tak selalu memberikan efek bagus. Satu contoh kecil yang satu ini mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi orang tua yang memiliki anak dengan usia memasuki remaja. Bagaimana si bocah tanggung berhasil dicapture oleh pemilik akun facebook Armand Joger Setiawan.

Armand mengunggah posting pada tanggal 23 Februari 2016 yang lalu di sekitaran wilayah Denpasar, Bali. Armand mendapati seorang bocah laki-laki 'bertualang' menggunakan Kawasaki Ninja 250cc yang punya bobot dan power ala motor sport.

Belum sampai di situ saja, si bocah ternyata kedapatan tak mengenakan helm, maupun persyaratan berkendara yang layak. Dan hampir bisa disimpulkan juga tak membawa surat-surat lengkap untuk membawa sang 'binatang buas'.

Sudah itu saja? Ternyata tidak, Otolovers. Di belakang si bocah ada si adik yang masih kecil, juga tanpa proteksi yang baik 'nggandol' di belakangnya. Waduh bahaya betul, semoga banyak orang tua semakin sadar dengan fenomena yang satu ini ya!

3 dari 7 Halaman

Tiga

Tiga

Mungkin lupa, tidak tahu, atau dengan alasan-alasan yang lain, tapi nampaknya mobil dengan plat B ini belum pernah merasakan fakta bahwa kereta api itu bisa lebih keras daripada mobil biasa, sehingga mobilnya diparkir di tengah jalur kereta api.

Adalah pemilik akun facebook Aditya Ampri yang pada 6 Mei 2016 memposting sebuah kejadian unik bagaimana sebuah mobil berformat MPV yakni sebuah Toyota Kijang Innova diparkir tepat di atas rel kereta api di Solo, Jawa Tengah.

Dari foto-foto yang terunggah terlihat jelaslah bagaimana kereta api yang sejatinya melintas lancar terpaksa berhenti sejenak karena mobil tersebut. Toyota Innova dengan plat B 1015 NMH tersebut diparkir kebetulan menghadap ke arah kereta datang, sehingga terkesan 'menantang'.

Jelas saja masyarakat yang berada di sekitaran Jalan Mayor Sunaryo terpaksa memberikan rambu-rambu supaya kereta bisa berhenti dan tidak menabrak mobil yang pemiliknya nekat memarkir mobilnya di jalur kereta api tersebut.

Jalur Jalan Mayor Sunaryo tersebut juga merupakan jalur yang cukup ramai, mengutip dari Brilio, jalur tersebut berada di sekitaran pusat Grosir Solo (PGS) dan Beteng Trade Center (BTC), namun masyarakat setempat rata-rata paham untuk tidak memarkir kendaraannya di sekitar rel kereta api.

Beberapa commenter dengan agak menyindir juga menyebutkan bahwa pemilik mobil tersebut membawa-bawa kebiasaannya di Jakarta namun tidak menyesuaikannya dengan kondisi lalu lintas yang ada di Solo. 

 

4 dari 7 Halaman

Empat

Empat

Apa yang lebih menyebalkan dari polisi yang tak bekerja dengan benar? Yang lebih menyebalkan adalah pengendara yang sudah tahu salah, tapi bersikeras malah berusaha menasehati dan memberi arahan pada petugas polisi yang sedang bekerja, diunggah pada 22 Mei 2016 yang lalu.

Bapak-bapak yang satu ini mungkin berusaha membagikan pengalaman dan menunjukkan bahwa dirinya tak pernah mendapatkan peringatan pada event operasi Patuh 2016 kali ini. Plat nomornya yang jelas-jelas dimodifikasi font dan susunannya kali ini tak bisa lolos dari petugas polisi.

Pria tersebut mencoba berkilah bahwa tak sepantasnya dia ditilang karena merasa tak melanggar peraturan lalu lintas. Sementara salah seorang petugas polisi berusaha memberi pengarahan dan pengetahuan yang jelas mengenai mekanisme operasi Patuh 2016 yang merupakan lanjutan dari Operasi Simpatik sebelumnya.

Si bapak berusaha meyakinkan petugas polisi supaya tidak menilangnya, kecuali jika si bapak melanggar rambu lalu lintas atau semacamnya. Padahal di pasal 68 UU No 22 Tahun 1999 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan disebutkan, kendaraan bermotor wajib memakai tanda nomor kendaraan bermotor yang memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna dan cara pemasangan. Bagi yang melanggar akan dikenakan pasal 280 UU yang sama, yakni denda paling banyak Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan.


5 dari 7 Halaman

Lima

Lima

Di jalur pantura, dalam masa-masa menuju bulan Ramadhan memang seringkali ditemui kegiatan perbaikan jalan yang dimaksudkan supaya saat-saat mudik nanti bisa dipergunakan dengan nyaman dan aman oleh pengendara.

Namun, harus diakui memang perbaikan tersebut sering mengakibatkan kemacetan di satu sisi jalur jalan. Dan nampaknya sopir bus ini berusaha untuk mengeliminasi efek kemacetan akibat perbaikan jalan tersebut dengan melaju di jalur yang lainnya.

Adalah pemilik akun facebook Muhammad Yulman Afif yang memposting sebuah rekaman dari belakang sopir bus di komunitas 'Luragung Fans Club', sebuah komunitas dunia maya yang menjadi tempat berkumpulnya para penggemar bus Luragung.

Dari rekaman tersebut terlihat bagaimana sang sopir bus melewatkan kendaraannya yang berisi banyak penumpang ke sisi lain jalan, yang berarti melawan arus. Menghadang banyak sekali kendaraan besar dan kecil.

Bahkan di satu momen, bus yang dikemudikan ini lantas mengambil sisi ke samping kanan dari lajur yang berlawanan untuk menghindari angkot. Berikan pendapatmu Otolovers!

6 dari 7 Halaman

Enam

Enam

Inilah mengapa yang namanya menggunakan sepeda motor diharuskan supaya sudah berada di usia tertentu. Karena pada usia tertentu, dalam hal ini 17 tahun untuk mendapatkan SIM C, di usia tersebut merupakan salah satu parameter kemampuan dan kedewasaan manusia supaya lebih layak menggunakan sepeda motor.

Dan nampaknya bocah yang satu ini juga belum memahami bahwa sebelum usia yang disyaratkan oleh pemerintah untuk membawa kendaraan bermotor, maka dirinya juga belum diperbolehkan untuk menyetir motor pula.

Video yang diunggah oleh Ramdan Shella bulan Juni 2016 ini juga menunjukkan ironi sekaligus kekocakan seorang bocah bermotor Vario yang hendak ditindak oleh para petugas polisi karena saking polosnya.

Para petugas polisi tersebut memberhentikan si bocah karena ketidakcukupan usia, tidak adanya fasilitas pengaman, serta tak adanya surat-surat kendaraan.

Walhasil saat hendak ditindak bocah tersebut panik dan tidak mau untuk ditindak. Dirinya mondar-mandir lantaran takut para polisi akan menyita motornya tersebut. Pak polisi sebenarnya berusaha berkomunikasi dan membujuk namun tampaknya belum berhasil.

Bahkan dirinya sempat menangis karena rasa takut yang ditunjukkannya tersebut. Dan peristiwa tersebut jadi tontonan warga sekaligus jadi viral hingga puluhan ribu share. Selamat menonton bung di link berikut, awas sakit leher!

7 dari 7 Halaman

Tujuh

Tujuh

Sungguh repot memang jadi petugas kepolisian, di satu sisi banyak netizens yang menganggap polisi adalah sarang mafia. Tapi di sisi lain tak jarang ada petugas polisi yang justru jadi bulan-bulanan pengendara beringas seperti yang satu ini.

Adalah akun facebook Anggun Corleone yang mengunggah sebuah video pada hari ini (13/12) memperlihatkan tingkah seorang pengendara mobil wanita yang secara beringas berusaha merebut sesuatu dari tangan seorang petugas polisi.

Menurut keterangan Anggun, ibu-ibu tersebut sebetulnya sudah melanggar peraturan lalu lintas. Meskipun tak ada keterangan tentang pelanggaran apa yang dilakukan tapi yang jelas kekerasan demikian tidaklah patut untuk dilakukan terhadap petugas kepolisian.

Anggun menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di depan Santa Maria, Jl. Negara Barat. Saat akan dilakukan penindakan, ibu-ibu bermobil Daihatsu Xenia dengan nopol B 1257 PRY tersebut langsung menyerang polisi atas nama Aiptu Sutisna bahkan mencakar polisi dan menarik bajunya hingga kancing lepas karena menolak untuk ditilang.

"Apaan lu, lu enggak punya otak ya!" Ujar sang ibu sambil berusaha merebut handphone polisi hingga tarik-menarik terjadi di tengah-tengah jalur busway. "Sini luh...sini luh!" ibu-ibu tersebut nampak menarik rompi tugas dan kerah baju dari Aiptu Sutisna hingga terbuka.

Dari sumber lain, yakni Info Jakarta disebutkan bahwa ibu tersebut bernama Dora Natalia Singarimbun, S.E., M.M., Kabarnya, Ibu Dora telah berdamai dengan Aiptu Sutisna, sementara Aiptu Sutisna sendiri mendapatkan hadiah berhaji dari Kedubes Arab Saudi belakangan ini.

(kpl/fjr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami