Ini Daftar Mobil yang Penjualannya Meroket Pasca Relaksasi PPnBM

Lima merek mobil menyatakan terjadi kenaikan pemesanan cukup signifikan terhadap beberapa modelnya sejak insentif PPnBM diberlakukan 1 Maret 2021.

Senin, 15 Maret 2021 21:15
Ini Daftar Mobil yang Penjualannya Meroket Pasca Relaksasi PPnBM Honda merasakan dampak positif insentif PPnBM (Otosia.com/Nazar Ray)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Kementerian Perindustrian menyatakan imbas dari pemberian insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mulai dirasakan sejumlah merek. Setidaknya ada 5 merek yang produknya masuk relaksasi pajak menyatakan telah terjadi permintaan.

Kelima merek yang menyatakan ada dampak positif terhadap produk-produk mereka tersebut adalah Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Honda, dan Suzuki.

"Sejak dikeluarkannya kebijakan ini beberapa hari lalu, perusahaan otomotif melaporkan peningkatan penjualan," ujar Febri Hendri, Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri di Jakarta, akhir pekan kemarin.

1 dari 5 Halaman

Toyota

Sebagai merek dengan penjualan mobil terbanyak di Indonesia, Toyota mengaku mengalami lonjakan permintaan. Ini terlihat dari total surat pembelian kendaraan (SPK) yang dikeluarkan.

“Dari data 1-8 Maret 2021, untuk Avanza, Sienta, Rush, dan Yaris, SPK-nya naik sekitar 94-155 persen kalau dibandingkan dengan SPK bulan Februari di tanggal yang sama,” ungkap Anton Jimmy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor.

Sementara untuk Vios, yang mendapatkan diskon terbesar hingga Rp 65 juta imbas dari insentif ini, penjualannya naik lebih besar lagi karena sebelumnya permintaannya memang tidak banyak.

“Sekarang kami sedang memonitor kondisi stok, karena tidak mudah juga pabrik menambah produksi dalam waktu singkat,” tukas Anton Jimmy.

2 dari 5 Halaman

Honda

Penjualan Xenia ikut terdongkrak

Begitu juga pada penjualan Honda yang mencatat kenaikan penjualan sekitar 40-50 persen dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.

“Khususnya untuk model yang mendapatkan insentif pajak, peningkatan naik lebih dari 60% dibanding seminggu pertama bulan Februari lalu, growth tertinggi ada di HRV 1,5 liter,” ujar Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor.

Menurut Billy animo masyarakat sangat baik dalam memanfaatkan relaksasi pajak dari pemerintah. “Kami akan terus mengamati perkembangan permintaan mobil ke depannya untuk memenuhi supply dengan demand yang ada,” paparnya.

3 dari 5 Halaman

Daihatsu

Sementara itu, Daihatsu mencatatkan kenaikan SPK terjadi dalam seminggu saat berlakunya insentif pajak pembelian mobil baru tersebut. Tidak hanya pada model-model yang mendapatkan insentif ini, tetapi juga model yang tidak mendapatkan insentif.

Untuk model yang mendapatkan insentif seperti Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max MB, SPK-nya melonjak sekitar 40 persen. Sedangkan model-model lainnya seperti Ayla, Sigra, Sirion, Gran Max PU, Gran Max Blindvan penjualannya naik sekitar 20 persen.

“Untuk stok model yang mendapat insentif PPnBM khususnya di bulan-bulan periode relaksasi tersebut tentunya akan kami atur seoptimal mungkin agar seimbang antara demand dan supply yang ada,” kata Hendrayadi, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.

4 dari 5 Halaman

Mitsubishi

Permintaan Xpander Cross terus naik

Peningkatan juga dialami PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales (MMKSI). Setelah insentif PPnBM) diterapkan mulai 1 Maret 2021, penjualan dua produk Mitsubishi yang mendapatkan Insentif PPnBM, yaitu Xpander dan Xpander Cross meroket.

“Jumlah SPK minggu pertama Maret 2021 terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk Xpander, jika dibandingkan periode yang sama di Februari 2021,” kata Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division MMKSI.

Bahkan menurut Rizwan Alamsjah, Ketua III GAIKINDO, yang juga adalah Vice President bagi PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, dealer-dealer Mitsubishi mulai kebanjiran pemesanan.

"Kami menerima info dari salah satu dealer resmi Mitsubishi bahwa dari perolehan pesanan sebelumnya sebanyak 5-6 unit per hari, sejak diberlakukannya kebijakan PPnBM terjadi lonjakan yang signifikan, menjadi 25 unit per hari. Jadi menurut kami hal ini sangat positif," ungkap Rizwan.

5 dari 5 Halaman

Suzuki

Laporan lainnya diberikan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Suzuki mengklaim selama empat hari berlakunya relaksasi PPnBM, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen dibanding periode yang sama bulan Februari 2021.

"Sejauh ini dari data yang kami pantau, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen," kata Donny Ismi Saputra, 4W Marketing Director SIS.

Donny mengatakan bahwa Suzuki memiliki dua model yang mendapatkan relaksasi PPnBM nol persen. Kedua model itu adalah Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7.

"Kami memperkirakan kenaikan penjualan untuk kedua model itu sekitar 20 persen. Tetapi bisa saja terus berkembang," ujarnya.

Kementerian Perindustrian optimistis pelaksanaan kebijakan ini dapat berjalan baik, tepat sasaran, dan menguntungkan baik konsumen maupun sektor industri. Sejak relaksasi diberikan pada awal bulan Maret ini, terlihat lonjakan penjualan mobil yang siginifikan.

“Kemenperin mendukung agar industri otomotif serta para distributor kendaraan dapat melakukan fungsi imbauan, controlling, serta supervisi kepada diler, agar penurunan harga kendaraan dapat sesuai dengan harapan dan memenuhi permintaan konsumen sebaik mungkin,” tukas Febri.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami