Ini Alasan Kenapa DFSK Malah Luncurkan Minibus Listrik Komersial

Sebagai mobil listrik komersial ringan pertama di Indonesia, DFSK Gelora E dinilai cocok untuk beragam usaha, termasuk untuk armada feeder bus.

Sabtu, 24 April 2021 13:15
Ini Alasan Kenapa DFSK Malah Luncurkan Minibus Listrik Komersial DFSK Gelora E cocok untuk armada feeder bus (Otosia.com/Nazar Ray)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - PT Sokonindo Automobile atau yang dikenal dengan DFSK meluncurkan minibus listrik DFSK Gelora E pada IIMS Hybrid 2021, Kamis (15/4/2021) di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Langkah ini unik mengingat produsen mobil listrik di Indonesia kebanyakan lebih melirik model SUV, sedan, atau kendaraan penumpang. Sementara DFSK justru memasarkan kendaraan komersial.

"Kalau komersial sudah ditentukan perusahaan, baik minibus atau van angkut barang. Misalnya kamu (menyasar fleet market) atau cover daerah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan lainnya," ujar Rifin Tanuwijaya Sales And Marketing Director PT Sokonindo Automobile, seraya menyebutkan bahwa pelaku bisnis membutuhkan kendaraan operasional yang hemat, termasuk perawatan yang mudah seperti DFSK Gelora E.

 

 

1 dari 4 Halaman

Fast charging DFSK Gelora E bisa menempuh 300 km

Rupanya area cakupan ini berkaitan dengan masih belum matangnya infrastruktur kendaraan listrik di Tanah Air.

Dengan terpetakannya cakupan wilayah kerja minibus listrik komersial ini, maka infrastruktur lebih memungkinkan untuk dibangun karena areanya sudah jelas.

 

2 dari 4 Halaman

"Kita bisa pasang pool dia. Misalnya dari gudang ke Tanah Abang, kita pasang di situ infrastrukturnya," ujarnya.

Ini tidak terlepas dari PR pemerintah yang menghadapi animo kendaraan listrik sehingga muncul dorongan untuk menyiapkan infrastruktur secara serentak dalam jumlah masif.

"Namun, bagaimana pun pemerintah punya target, kami juga punya target," ujarnya lalu menyebut area komersial seperti bandara dan stasiun kereta api sebagai sasaran target pembangunan stasiun pengisian listrik.

 

3 dari 4 Halaman

DFSK Gelora E, mobil listrik komersial ringan pertama di Indonesia

Di luar itu, DFSK Gelora E cocok dengan faktor ekonomis perusahaan. DFSK Gelora E diklaim mampu menghemat biaya energi menjadi sekitar Rp 200 per kilometer. Bahkan DFSK Gelora E bisa menjangkau jarak 300 km atau Jakarta-Bandung, hanya dengan sekali fast charging selama 2,5 jam.

 

4 dari 4 Halaman

Dengan demikin, konsumen DFSK Gelora E akan mendapatkan biaya operasional yang lebih rendah, mencapai sepertiga dibandingkan dengan kendaraan komersial konvensional.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi yang menyaksikan langsung teknologi DFSK Gelora E, dan menyebutkan bahwa Gelora E sebagai mobil listrik komersial ringan pertama di Indonesia itu cocok untuk armada feeder bus.

"Kendaraan ini cocok untuk feeder bus, shuttle bus bandara dan stasiun kereta api. Kendaraan ini juga bisa di pakai di kota-kota lain di Indonesia," ujar Budi Karya Sumadi.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami