Ingin Berkunjung ke Beberapa Kota Ini? Siap - Siap Hadapi Macetnya

Lembaga survey dan analisis kemacetan lalu lintas dunia, Inrix, baru-baru ini merilis peringkat kota berdasarkan tingkat kemacetan. Dari 100 nama teratas, beberapa di antaranya adalah kota-kota di Indonesia.

Rabu, 28 Februari 2018 14:55
Ilustrasi : macet @merdeka.com/dwi narwoko
Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Lembaga survey dan analisis kemacetan lalu lintas dunia, Inrix, baru-baru ini merilis peringkat kota berdasarkan tingkat kemacetan. Dari 100 nama teratas, beberapa di antaranya adalah kota-kota di Indonesia.

Di posisi ke 12, tak lain adalah Jakarta. Berdasar sumber yang sama, setiap tahun penduduk Ibukota Republik Indonesia itu harus rela membuang 63 jam untuk menghadapi macet.

Tak hanya DKI Jakarta, kota Bandung pun masuk ke dalam 100 nama tersebut. Bertengger di posisi ke 56, pengendara di Kota Bandung harus merelakan 46 jam waktunya untuk menghadapi kemacetan selama setahun.

Sementara itu, di posisi 59 terdapat Kota Malang, Jawa Timur. Rata-rata, warga Malang menghadapi macet selama 45 jam dalam kurun waktu 1 tahun. Persis di bawah Malang, Daerah Istimewa Yogyakarta juga harus rela warganya kehilangan 45 jam hanya untuk berhadapan dengan macet.

Jalanan di luar Pulau Jawa pun mulai dipadati kendaraan. Di sumatera, masyarakat Padang kehilangan 45 jam selama menempuh perjalanan. Kepadatan juga terjadi di Ibukota Sumut, Medan, dengan wargan yang kehilangan waktu 42 jam selama setahun untuk melewati kemacetan.

Peringkat 93 dihuni oleh Pontianak yang mengharuskan warganya merelakan 40 jam terbuang sia-sia karena macet. Dari keenam kota tersebut, semuanya mengalami peningkatan kemacetan. Akankah angka-angka ini mampu menarik perhatian pemerintah untuk membuat jalanan menjadi lebih ramah?

Bagaimana? Sudah siap menghadapi macet kalau berkunjung keenam kota tadi?

BACA INI JUGA DONG OTOLOVERS

(kpl/crn)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami