Industri Otomotif Jangan Pesimis, Ingat Dulu Dolar Rp 2.000 Jadi Rp 15.000

Industri otomotif diharapkan tidak pesimis dalam situasi pandemi yang tidak kunjung selesai. Situasi sulit pernah dirasakan namun sektor otomotif nasional akhirnya bangkit

Selasa, 27 Juli 2021 08:15
Industri Otomotif Jangan Pesimis, Ingat Dulu Dolar Rp 2.000 Jadi Rp 15.000 Ilustrasi pameran IIMS (Otosia.com/Nazar Ray)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Berbagai anggapan terkait pandemi dan keputusan PPKM menguras mental, termasuk bagi jalannya industri otomotif. Toko hingga showroom tutup, dan angka-angka terlihat berguguran.

Namun dalam pandangan Bebin Djuana, pengamat industri otomotif sekaligus mantan petinggi sejumlah brand di Tanah Air, kita perlu ingat kembali bagaimana Indonesia pernah terpuruk karena krisis moneter.

"Waktu USD dari Rp 2.000 menjadi Rp 15.000, siapa yang mau beli mobil, dollarnya segitu? Industri otomotif harus yakin. Industri ini tidak serta merta ambruk," ujarnya.

1 dari 3 Halaman

Ia coba memetakan masalah yang muncul khususnya dalam hal pembelian kendaraan bermotor. Problem-problem itu termasuk bagaimana jemput bola konsumen, SPK, dan surat-menyurat.

"Karena beli motor dan mobil tidak seperti membeli T-Shirt. Ketika konsumen tidak bisa ke showroom apa yang terjadi. Apakah konsumen jemput bola, saya sulit bayangkan, apa iya salesmannya berani ke rumah calon konsumen," ujarnya.

2 dari 3 Halaman

Jika dokumen sudah era digital, tanda tangan SPK menurutnya jangan menjadi sulit. Begitu pula pembayaran secara digital. Jika konsumen ingin mencicil, tentunya bank dari konsumen yang bisa melakukan back-up.

Sebab, jika prosesnya adalah leasing, dia membayangkan, leasing harus mengetahui profil apakah konsumen tersebut mampu mencicil?

"Sebagai konsumen mau beli motor itu, masa hanya melihat video launching, di YouTube yang mereview produknya, kemudian dengan serta merta order," kata dia.

3 dari 3 Halaman

Orang zaman sekarang, menurutnya bisa melakukan itu. Hal tersebut dengan melihat dari sisi penjualannya.

"Saya mendengar bahwa produk refund barang mewah itu sudah berkurang 50%, semangat kemauan untuk membeli itu tidak bisa membayangkan sebagai gambaran keseluruhan jualan otomotif di masa PPKM ini seperti apa," kata dia.

Sampai dengan akhir Juli, menurut dia, hasil dari pajak barang mewah itu terhadap penjualan merupakan berita yang menggembirakan. Gaikindo sendiri optimis dengan angka 750.000, sementara Bebin yakin di angka 800.000.

"Tinggalkan rasa pesimistis, tetapi harus realistis melihat kondisi," ujarnya.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami